Selamat datang para jones yang haus akan cerita baper ^^

Apr 9, 2016

Niall Love Story: Forever Yours

#Niall Short Story#


-

-

-


“Princess..”

 Aksen Irlandia terdengar sayup di telingaku yang masih setengah terjaga. Perlahan ku membuka kedua kelopak mataku, membiarkan berkas sinar matahari menerangi iris mata cokelat gelapku. Di sisiku, seorang pemuda pirang bermata sebiru samudera menyambutku dengan dekapan hangat. Aku bisa merasakan sepasang lengan kekarnya memelukku dengan protektif.


“Good morning, Nialler..”


“Morning sweetheart.”Sahut pemuda pirang tersebut lembut,

“Today is a big day for you, isn’t it? I will take care of you all day long.” Kamu hanya tersenyum tipis,

“You’re too hyperbolic. Aku sudah sering melewati hari-hari semacam ini,” tukasmu sederhana,“Puluhan kali, just for your information. This ain’t my first time.” Pemuda yang ku sapa Nialler tadi hanya mengangguk singkat

“You’re beautiful, and too strong for a little girl. That’s why I love you.” Sebuah kecupan singkat mendarat mulus pada keningku. Membuatku tertawa renyah.

“I love you too, my nialler”

Ya, aku---gadis yang beruntung bisa memiliki seorang Niall Horan di sisi tempat tidurku setiap hari ,rupanya tak seberuntung kelihatannya. Mata cokelat bersinarku memang bisa menyembunyikannya, begitu pula dengan bibir merah mudaku yang selalu merekahkan senyum. Jauh di dalam diriku, ada sebuah penyakit berbahaya yang mengancam hidupku. Aku terlahir dengan kelainan jantung, dan membuatku kerap melakukan operasi klep jantung setiap beberapa bulan sekali dan minum obat setiap harinya. Hari ini, adalah yang kesekian puluh kalinya aku menjalani operasi tersebut. Niall tahu akan hal itu, dan hal itu pula yang membuat pemuda Irlandia tersebut begitu mengagumiku sebagai tunangannya. Aku adalah gadis yang kuat, sangat sangat kuat. Niall mendaratkan satu lagi ciuman pada dahiku.

“C’mon get up from the bed. There’s some breakfast for you down stair, Alia.”

“Thank you, you’re the best.” Aku membawa Niall dalam pelukanku, sebelum akhirnya berdiri dan turun untuk sarapan.

Sepanjang hari dihabiskan oleh aku dan dia dengan duduk berdampingan di sofa dengan selimut, popcorn, soft drink dan setumpuk DVD. Siang telah berlalu dan sore kini menjelang, Niall memeluk tubuhku ,kekasihku yang telah mendampingi hidupku sejak dua tahun belakangan ini,dan menyandarkan dagunya pada bahuku, seolah tak akan pernah ingin dipisahkan.

“I love you so much. You’re like an ecstasy, and I’m overdose.” ucap Niall

Aku tersenyum dengan rona merah pada pipiku. Tetapi sebelum aku sempat membalas ucapan Niall, pintu apartemen menjeblak terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Sedetik kemudian, muncul sosok pemuda berambut cokelat gelap ikal, disusul dengan yang berambut hitam legam kemudian di belakangnya muncul lagi dua pemuda berambut cokelat kacang. Yes, they are Harry, Zayn, Liam and Louis..

“Hey massive lazy couple,” Harry datang dengan wajah ceria.

“Don’t you say that you guys spend all the day with a tons of DVD and cuddle up on couch..” Niall melemparnya dengan sebutir popcorn.

“Haha! Unfortunately, that’s pretty rite.” Harry menangkap popcorn yang dilempar Niall dengan mudah, kemudian memasukannya ke dalam mulutnya.

“By the way Al , how are you today? You will go to the hospital tonight?” tanya Harry

“Yeah we’re here to support you.” Liam menyambung kalimat Harry.

Aku tersenyum simpul, memandang pada empat sahabat terbaikku itu.

“Yeah it will be my.. twenty first time? Or twenty third, maybe? Hah, I don’t even count that anymore..” Kalian semua tertawa.

Tetapi jauh dalam hatiku, aku bertanya-tanya.. Kapan semua ini akan berakhir? Operasi setiap bulannya, minum obat agar rambut diepalaku tak berguguran. Berapa lama lagi aku akan hidup? Beberapa jam ke depan kita habiskan dengan memasak dan menonton The Dark Knight Rises, film favorit kita berenam. Hingga akhirnya malam menggantung di langit, aku harus bersiap-siap berkemas menuju rumah sakit untuk operasi. Orang tuaku dalam perjalanan ke sana, menemaniku melewati semuanya seperti biasa. Harry bangkit berdiri dari sofa.

“Well Al , we have to go to do an interview. And Niall, join us as soon as possible. It won’t take a long time.” Ujarnya padaku dan Niall.

“We will visit you tomorrow with Perrie, El and Dani,” Zayn mengambil jaketnya, disusul dengan yang lain,

“Good luck babe!” Kemudian Louis memelukku

“Yeah, we love you Alia! Good luck. See you tomorrow.” Keempat sahabat lelaki itupun bergantian mengucap salam, memelukku dan berjanji akan datang menjengukku besok. Kemudian mereka meninggalkan apartemenku dan aku bersiap-siap menuju rumah sakit.

Hujan turun membasahi London pada malam itu. Aku duduk nyaman di dalam mobil sementara Niall memegang kemudi. Kalian berdua terdiam, menunggu satu sama lain untuk mengucap kata.

“Princess..” panggil Niall

“Yes, babe?”

“Are you alright?” Aku hanya tertawa kecil,

“Yes of course. Ini hanya operasi klep jantung biasa, Nialler… Bukan operasi besar, apalagi pencangkokan jantung..”

“Kapan kira-kira kamu akan mendapatkan donor?” Raut wajahku berubah muram,

“I don’t know.. Maybe someday.” Jawabku singkat.

Bertahun-tahun aku menunggu untuk mendapatkan donor, tetapi sampai sekarang hasilnya masih nihil. Hanya itu satu-satunya cara untuk memulihkanku. Selama aku belum mendapat donor untuk operasi cangkok jantung, aku tak akan pernah sembuh.

“Yeah, Princess.. I believe one day you’ll be healthy as everyone else. I will always be by your side. I won’t go anywhere. I promise, Princess..” Niall berkata lirih dengan senyum khasnya. Senyum yang selalu membuatku tergila-gila.

Bentley yang dikemudikan Niall berhenti pada lobby rumah sakit yang sangat familiar denganku. Aku melihat kedua orang tuaku berdiri di dekat meja front office, menunggu kehadiranku.

“I gotta go for a while to do a short interview.” Ujar Niall sembari menghela nafas. Aku mengangkat bahu,

“Okay, no problem.” Niall menggenggam tanganku, kemudian membawaku pada pelukannya. Ia tahu kalau aku sangat suka dipeluk, dan ia selalu mencoba melakukannya sesering mungkin. Bagiku, tak ada tempat yang lebih nyaman dibanding berada dalam pelukan Irish leprechaun-ku.

“You will survive, Princess.. You will life until you get very very old. We will make a good family..” Setengah heran, tetapi aku hanya mendekap Niall-ku lebih erat lagi,

“Yes babe, I will, we will. I love you.” Nafas Niall berhembus hangat di tengkukku,

“I have a surprise for you. But you have to do your surgery first,” suara kekasih pirangku berubah menjadi sebuah bisikan, “Aku akan menjadi orang pertama yang kau temui ketika kau bangun besok, as usual Princess.. And I will bring the surprise.” Aku menjadi penasaran, tetapi rupanya aku menikmati rasa penasaran tersebut sehingga kau enggaan mendesak Niall untuk membeberkan rencananya,

“Well, Prince.. Promise me?”

“I promise babe.” Kemudian Niall mendekatkan wajahnya pada wajahku, menciumku tepat di bibir untuk beberapa saat.

“Well, masuklah ke sana. Aku akan menyusulmu nanti, Princess..” Aku mengangguk, kemudian mengambil tasku dan membuka pintu mobil.

“Princess..” Aku berbalik,

“Yes, Nialler?”

“I really love you.” ucap Niall singkat

-

-

-


***Niall Horan***

Aku mengemudikan Bentleyku dengan kecepatan sedang. Hujan belum kunjung reda, namun kabut mulai menipis. Aku kini berada dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah selesai dengan beberapa interview mendadak dari sebuah stasiun radio. Kota London mulai sepi, mengingat ini hampir tengah malam. Operasi tunanganku akan berlangsung kira-kira satu jam dari sekarang dan aku telah memperkirakan akan datang tepat waktu. Tanganku merogoh saku jaket. Aku menggenggam kotak kecil berbahan beludru yang telahku persiapkan jauh-jauh hari. Besok adalah saatnya. Aku mencintainya sebegitu dalam, walaupun aku tahu kalau kekasihku itu sangat ringkih dan lemah. Tetapi hal itulah yang membuatku jatuh cinta. Bagaimana bisa aku melupakan sepasang mata bersinar yang selalu memancarkan kekuatan besar dibalik penyakit berbahaya yang membayanginya?I  loves her, so damn much.. Akupun meraih BlackBerryku, membuka menu message dan mengetik pesan singkat. Ketika mataku sedang terpaku pada layar telepon genggam, tak sadar mobilku melaju menerobos lampu merah. “Shit, shit!” Dan dalam tempo waktu bersamaan, sebuah truk besar datang dari arah samping. Aku menginjak pedal rem sedalam-dalamnya, namun naas sekali segalanya telah terlambat. Bunyi klakson truk dan Bentley-ku membahana, kemudian sepersekian detik selanjutnya, bunyi hantaman memekakkan telinga antara dua buah material sama keras membelah malam dan hujan. Bentley-ku terhempas begitu saja sejauh beberapa puluh meter. Bunyi tubrukan antara logam dan aspal yang menyayat hati berkali-kali terdengar sebelum akhirnya mobilku teronggok mengerikan di pinggir jalan. Teriakan beberapa orang terdengarditelingaku, meminta pertolongan kepada siapapun.

“Hey!! Is he still alive?”

“He’s still breathing!”

“Hold on, Kid! Please hold on!”

“Damn! His body stuck between the dashboard and seat!”

“Holy shit, he’s bleeding! So freakin much!”

Selanjutnya bunyi sirene ambulans menyusul. Orang-orang segera mengangkat tubuh tak berdayaku setelah menariknya paksa dari jepitan dashboard, air bag dan jok mobil.Lalu detik berikutnya, bau obat-obatan di dalam ambulans adalah hal terakhir yang aku rasakan.

‘Good luck for your surgery. I’ll be there as soon as possible. I love you forever and always princess xx’ His message was still waiting to be sent on Niall' BlackBerry
***

“Mom, where’s Niall? He said he would be here before my surgery.” Aku bertanya pada ibuku dengan setengah kesal,

“I was trying to call him but there’s no answer.” Ibuku hanya mengangkat bahu,

“I don’t know. Maybe he’s on his way, Sweetie..” Seorang dokter dan beberapa suster memasuki kamar rawatku. Ini berarti operasimu akan segera dimulai.

“No, no.. Can you delay my surgery? Just for a few minutes.. I’m still waiting for someone.” Tukasku pada tim dokter yang akan mengoperasiku. Mereka hanya mengangguk, dan kemudian meninggalkan kamarku.

“Damn, Nialler! Where are you?” aku mengumpat pada layar telepon genggamku saat operator telepon yang menjawab panggilanku, not your Nialler. Pintu kamarku dibuka lagi, kali ini ayahku yang muncul,

“Hey, I wanna talk to you about something.” Ujarnya kepada ibu.

Kemudian tanpa berkata apa-apa mereka keluar kamar, meninggalkanku sendirian yang masih sibuk dengan rasa kesalku.

-

-
***

“Niall kecelakaan…” Wanita paruh baya tersebut terperanjat mendengar pernyataan suaminya. Matanya membesar,

“Then?”

 “A truck hit his car. They can’t help him.. He’s dead.” Wanita tersebut tak merespon, di wajahnya hanya tergambar keterkejutan yang amat sangat, seperti langit runtuh. Tubuhnya merosot, terduduk pada kursi di ruang tunggu. Niall? Bagaimana bisa?

“Dia meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,” pria tadi melanjutkan ucapannya, “And you know what? Nurses in the ambulance said that..” nadanya berubah, lirih sekali, “Niall’s last word was.. ‘If he was dead, gave his heart to Alia. He loved her so much.”

Ada hening yang sangat panjang, sebelum wanita tersebut pecah dalam tangis

“You must be kidding me! How could… Oh my God, Niall! I can’t believe it!” ucap Ibu

“Yeah, yeah.. Me too. He’s too young, talented, and.. He loves our daughter, so does she..” ujar sang pria sembari memeluk istrinya. Masih dalam tangisan memilukan, wanita tersebut bertanya,

“Lalu, bagaimana?” “Orang tua Niall tahu tentang hal ini. Mereka dalam perjalanan dari Mullingar menuju London. Dan mereka setuju untuk memberikan jantung Niall pada Alia. You know, his parents love Alia so much.. Niall’s mother crying so hard.. Oh my God..” terang pria tersebut, berusaha menyembunyikan dukanya,

“Niall ada di rumah sakit ini, jantungnya telah diambil dan golongan darahnya cocok. Tim dokter pencangkokan jantung dalam perjalanan ke sini. Kondisi Alia dinyatakan prima untuk menjalani operasi besar ini.” Wanita tersebut hanya diam, menangis pilu. Tak membayangkan reaksi anaknya jika tahu tentang hal ini. Semuanya akan menjadi sangat sulit. Kemudian, derap langkah terburu-buru terdengar. Zayn, Harry, Liam dan Louis tergopoh-gopoh menghampiri pasangan paruh baya tersebut.

“Is Niall.. Is Niall…” Louis bertanya panik, tak ada lagi ekspresi jenaka pada wajahnya. Hanya kengerian dan ketakutan yang amat sangat, sementara sang pria baya hanya mengangguk dan memeluk pemuda bermata cokelat tersebut. Detik berikutnya, empat pria muda tersebut jatuh dalam tangis. Tangis yang paling pilu semenjak mereka tergabung dalam sebuah keluarga
***

-

-

-
“They can’t wait anymore..” Aku hanya menatap kesal pada telepon genggamku, kemudian gantian memandang ayah.


“Well, well.. Let say Niall got a massive discount in Nandos and now he’s spending his time there. Very funny.” Ayah hanya menatapku pilu.

“Okay, love? Good luck. I love you.” Aku membaca kekhawatiran dan kesedihan mendalam di mata ayahku,

“Oh c’mon dad, just a little surgery. I’m not the first-timer.. Where’s mom, by the way?”

“Yeah not a huge surgery..” ayah berusaha keras menutupinya,

“Your mom is talking with the doctor.”

“Well done, well done..” Suara tim dokter berbisik di dalam ruangan operasi. Operasi beberapa belas jam itu berhasil dilakukan, yah operasi biasa bukan pencakokan jantung, dan besok aku akan bertemu dengan Niall. Ya! Itu pasti! Dia sudah berjanji akan memberikan surprise padaku.


-------Four days later.. --------

“Hey! You’re finally awake!” Aku merasa begitu lelah, tubuhku kaku, tetapi aku tak pernah merasa sesehat ini sebelumnya. Suara husky Zayn menyadarkanku dengan cepat.

“Hello Zayn..” ujarku lirih, “Where’s Niall? Where’s my mom and dad? Where’s the other lads?” Zayn menggigit bibirnya kebiasaannya ketika ia panik dan nervous,

“Uh, emm.. The other lads are going to get their brunch. Your parents are talking to the doctor.”

“And Niall? Where’s that Irish bastard?” Kini Zayn mengacak rambutnya, makin panik,

“Uh, Niall.. He went to.. Mullingar! Yeah, he went to Mullingar yesterday..”

“WHAT? MULLINGAR? He promised me that he would be the first person I saw when I opened my eyes..” dan memberiku kejutan, tentu saja.

“Err.. I don’t know.. Really.” Tukas Zayn cepat, “Are you feeling great now?” Aku mengacuhkan Zayn dan meraih telepon genggamku untuk menghubungi Niall, tetapi ketika aku melihat tanggal dan hari yang tercantum, aku terperangah.

“Zayn! Today is Sunday!” “Yeah rite. Why?”

“God! I supposed to wake up at Thursday! I slept for 4 days! Something’s wrong here!” Zayn makin panik,

“Err.. Why did you ask me? I don’t know anything babe..” Kemudian pintu kamarku dibuka dan tiga sosok pemuda serta tiga perempuan menghambur ke arahku, menghujaniku dengan pelukan. All the rest of the lads are here, except your lovely Nialler..

“Hello El, Perrie, Dani, Liam, Louis, Hazza..”

“Hi Alia! How are you?” Eleanor mengusap rambutku dengan senyum.

“I’m feeling so damn great and healthy..” jawabku pendek,

“Guys, where’s Niall? He went back to Mullingar? Is he kidding me?” Pertanyaanku dijawab dengan keheningan.

“Why did he left me and break his promise? He supposed to be here when I woke up! He said he had a surprise for me!” kalimatku berurut panjang, mengabsen kekecewaanku pada pria pirang yang ku cintai. Tak ada jawaban, hanya Danielle dan Eleanor yang keluar dari kamar tanpa permisi. Harry berdeham,

“Err.. Ehm, Al.. Niall was..” ucap Harry

“Sweetie?” Ucapan Harry dipotong oleh suara ibu dan ayah yang tiba-tiba memasuki kamarku.

“Tell me the truth.. Where’s Niall?” kekecewaan dan kekhawatiranku tak bisa disembunyikan,

“Mom, Dad.. Where’s Niall?” Ada jeda panjang yang diisi oleh keheningan. Ibumu mulai terisak. Aku mencium ada sesuatu yang tidak beres,

“Mom, why did I sleep for 4 days? It supposed to be only a day..”

“Alia.. listen to us.” Akhirnya ayah angkat bicara.

“Yeah I’m currently listening to you.”

“Niall isn’t here.” ucap Ayah

“I know, he’s in Mullingar. Isn’t he?” Ayah mengangguk,

“Yeah..” Semua tertunduk, kini giliran Perrie yang keluar kamar, menahan tangis. Aku heran, jelas sekali ada sesuatu yang salah di sini.

“Damn, what happened? Why all the girls cried?” tukasku. Kemudian ibu menghampiriku, memelukku erat sembari ayah memberikan penjelasan.

“His body is in Mullingar.. Lay down forever there..” Semakin tak mengerti, aku mulai histeris,

“WHAT?!”

“When Niall drove his car to back to this hospital, he had a car accident..” Aku terperanjat, merasa duniaku hancur saat itu juga.

“Then…” kalimatnya tertahan di tenggorokan,

“He’s dead..” Lagi, aku hanya terdiam. Tubuhku mendadak kaku, dan buliran-buliran air mata membasahi pipiku. Pikiranku kosong, seperti dirampas tiba-tiba. Aku tak bisa berpikir, berbicara, atau bahkan bergerak. Aku pasti hanya bermimpi.. Mungkin ini adalah salah satu dari rencana Niall untuk mengejutkanku.. Ya, pasti begitu.. Niall tak mungkin pergi meninggalkanku.. Apalagi untuk selamanya..

“And the nurses in the ambulance said..” ayah menarik nafas panjang, suaranya hanya menjadi sekilas bisikan,

“Niall last word was.. Commanded to gave you his heart..” Air mataku mengalir deras, sangat deras. Aku merasa seperti ada palu besar yang menghantamku tepat di dada. Sakit, sangat sangat sakit.

“You lie!” aku mulai menangis,

“Niall said.. He would never leave me.. He would always be with me..” kalimatmu mengalir pilu, “And you know? NIALL HORAN NEVER BREAKS HIS PROMISE!”

Ibu memelukku erat, begitu juga dengan Zayn, Liam, Harry dan Louis. Saat itu juga aku sadar kalau mereka tak berbohong. Louis tak bisa pura-pura menangis, begitu pula Zayn, Harry dan Liam. Tetapi kini aku melihat mereka pun menitikan air mata pilu. Aku berontak, berusaha menangis sejadi-jadinya dan memukul-mukul dadaku, berharap aku akan jatuh pingsan seperti biasanya jika kau merasa terlalu marah atau sedih. Tetapi semuanya nihil, jantung Niall dalam diriku bekerja terlalu baik.

“I DON’T NEED HIS HEART!! ALL I NEED IS HIM!” teriakku

“We know.. We know, Al.. We need him too..” suara Liam terdengar pecah,

“But that already happened..”

“BULLSHIT!! HE SAID HE WOULD BE HERE AND GAVE ME A SURPRISE!” aku berteriak, masih berharap kau akan jatuh pingsan dan terbangun dengan Niall berada di sisiku dengan lengannya yang memelukku erat seperti biasanya,

“I DON’T NEED A SURPRISE LIKE THIS HORAN!” aku tak pernah membayangkan akan kehilangan Nialler-ku, tak pernah sedetikpun. Yang aku takutkan selama ini adalah aku yang akan meninggalkannya karena penyakitku, bukan sebaliknya. Kini aku tak akan pernah lagi mendengar sebutan ‘Princess’ yang sangat aku sukai, atau menghabiskan waktu dengan bersandar pada dada bidangnya sembari bercerita tentang hari-hari yang kalian lewati.

“Nialler.. You’re a liar.. WHY DID YOU LEAVE ME? YOU’RE A FUCKIN BASTARD! ”

Aku begitu mencintai pemuda pirang Irlandia-ku. Aku menyukai caranya tertawa, menyukai kejutan-kejutan kecilnya, menyukai caranya menciumku atau caranya bermain dengan rambutku. Dia selalu bilang bahwa aku begitu wangi, itu sebabnya ia selalu memelukku. Aku masih ingat saat terakhir aku bertemu dengan Niall-ku, bagaimana ia memelukku, bagaimana ia mengecupku, bagaimana ia memanggilku princess, dan bagaimana caranya berkata kalau dia mencintaiku. Ayah kemudian menghampiriku, dengan matanya yang mulai berkaca-kaca, ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.

“They found this in Niall’s pocket..” ayah meletakannya di telapak tanganku yang gemetar hebat,

“I guess.. That’s the surprise.. I’m so sorry sweetie..” Aku menggenggamnya dan kemudian dengan tanganmu yang lemah dan gemetar aku membukanya.

Adalah sebuah cincin perak dengan berlian berwarna kebiru-biruan yang berkilau indah---mengingatkanku pada warna mata Niall-ku, mata yang membuatku tak pernah bisa melupakannya sejak pertama bertemu. Di dalamnya terukir halus sebuah frasa sederhana---membuat tangisku semakin pecah.Nialler you're my super hero ,,thank you for your heart ,,I will safe it ,, Love you always Niall

THE END ---------


*maaf kalo bhs inggrisnya ada yang ngaco, maklum orang jawa bukan orang sono :D*

Apr 8, 2016

Short Story: Who?

  

 "mbak mau pesan apa?"
tanya waiter itu dengan muka jengkel ke mejaku.

   "maaf mbak, saya masih nunggu seseorang"jawabku padanya,

sudah tiga kali aku menjawab dengan jawaban yang sama pada waiter ini.
Mungkin dia jengkel karena aku tak kunjung memesan makanan, akhirnya dia pergi lagi menginggalkanku.

Hampir semua orang yang ada direstoran mengamatiku, memandangku dengan muka kasihan.
Tenang saja.. aku sedang tak menunggu pacar ataupun gebetan

Tapi menunggu temanku, aku melihat pintu masuk, beberapa anak remaja datang, 2 cewek dengan celana pendek yang sama, dengan atasan jaket tebal berbulu yang sebagian menutup leher dan pergelangan tangan, namun dibagian dada dan lengan atas terlihat jelas tubuh putih mereka. Aduhh.. pakaian model apa itu? gak menutup aurat sama sekali.

Dan dibelakangnya diikuti 3 cowok dengan celana chino dan atasan kemeja, ada satu cowok yang tak asing bagiku,
sepertinya.. aku mengenalinya. dia memakai hoodie hijau tua, yang bentuk jaketnya sama seperti punyaku.

Saat rombongan remaja itu melewati mejaku, dia melihatku dan aku melihatnya, dia duduk dimeja yang tak begitu jauh dariku, saat dimeja pun dia masih melihatku, padahal cewek memakai hotpants disebelahnya daritadi ngajak ngomong dia mulu, lalu meraba raba badan cowo itu.

Aku kira.. itu pasti pacarnya

Ahh daripada memikirkan orang lain, aku memikirkan diriku sendiri. Daritadi orang yang kutunggu
tak kunjung datang. Mau tak mau aku memesan makanan duluan. Aku segera memanggil waiter dan memesan beberapa french fries

Tak lama kemudian beberapa remaja itu mulai makan makan, ngobrol bercanda tawa, foto foto.. yah mereka berisik sekali, namun cuma cowo itu saja yang nampak diam dan beberapa kali melihat kearahku. Yaa bukannya GR sih..
tapi emang kenyataannya begitu.

Akhirnya bebeerapa remaja itu membayar makanan mereka dan pergi keluar restoran, begitupun aku. Aku mengikuti mereka sampai diparkiran, tiba tiba hp ku berdering

   "hallo"
   "sorry al sorry, gue gak bisa kesana"
   "kenapa lo ga dateng?"
   "gue ada acara mendadak ini, sorry ya"
   "yaudah gapapa ini juga gue mau pulang"
   "lo naik apa?"
   "paling grabcar"
   "gak usah, nanti gue suruh temen gue buat jemput lo"
   "temen lo? udah ga us.."
   "udah ya gue buru buru bye"
   "tapi, tung-"


tut tut tut

Telepon langsung diputus sama dia, kampret.. kalo kaya gini mau gak mau aku musti nunggu temennya itu

Aku berjalan ke taman dipinggir parkiran. Sambil melihat beberapa remaja itu masih mengobrol diatas motor, dan cowok itu ngobrol mesra dengan cewek memakai hotpants itu, ahh mesra banget mereka, cowok itu mengecup kening si cewek dan ngobrol mesra lagi, lalu menoleh kearahku.

Tau kalo aku sedari tadi ngeliatin dia, aku langsung pura pura mengecek hp ku.
duhh malu banget ih, ketauan kan kalo daritadi aku ngeliatin dia.. sebenernya siapa sih cowo ini kayaknya aku kenal?

Lalu beberapa remaja itu pergi dengan motor mereka masing masing, namun anehnya cewe itu gak boncengan sama si cowok, tapi sama cowo lain. Dan kini cowok itu nyamperin aku dengan scorpionya.

   "yuk gue anterin" kata dia sambil melepas helmnya.
   "lo temennya-"
   "iya, ayok cepetan ah"
belum selesai aku ngomong dia langsung mengajakku.

Aku kira cowok ini temennya yang jemput aku, tanpa pikir panjang aku langsung naik keatas motornya.
Lalu jalan keluar dari restoran itu.

Selama diatas motor sama dia aku gak berani ngobrol sama dia, dia juga masih aja ngeliatin aku dari kaca spion.
Karena saking keponya, aku memberanikan nanyain ke dia.

   "apa.. gue kenal sama lo?" tanyaku
   "menrut lo?" dia malah nanya balik
   "lo kenal sama gue?" tanyaku lagi
   "enggak"

Jawaban singkat, padat dan dingin. Ah males gue ngomong ama cowok kayak gini, udah cuek sok ganteng pula, yaa emang lumayan ganteng sih.. mungkin dia jaga jarak sama gue, karena dia kan udah punya pacar, cewek yang pake hotpants itu mungkin....

   "tapi gue kenal lo di twitter" kata dia
   "twitter? kita pernah mentionan?"
   "enggak"
   "terus?"
   "gue suka liatin status2 lo di twitter"

 

   "lo.. stalking gue?"

dia langsung menoleh kearahku, dan jarak antar muka kita makin dekat. upss, aku langsung duduk menjauh dari dia, lalu motor kehilangan keseimbangannya hampir menabrak mobil dipinggir jalan, secara reflek tanganku memeluk perutnya erat, dan motor berhasil dia kendalikan lagi.

Huftt untungnya, aku kira akan menabrak mobil itu.

   "e.. maaf-" kata dia pelan

Aku langsung melepas tanganku dari perutnya, dan duduk menjauh dari punggungnya.

   "maaf maaf, tadi gak sengaja, sorry" kataku

Dia menoleh lagi kearahku.

   "bukan itu, maksud gue maaf udah stalking twitter lo" kata dia

   "hah? ng.. ya gapapa kok"
   "dan lo, gapapa kok pegangan ke gue, nanti jatoh loh"
   "eng.. enggak ah gak enak gue"
   "gak enak sama siapa?"
   "sama pacar lo"
   "pacar?"


dia berpikir sejenak

   "ohh, cewek yang tadi direstoran yah?"
   "iya.."
   "itu bukan pacar gue"
   "tapi kok mesra banget?"
   "itu mantan gue"


glek! mampus gue malu banget! nanyain orang lain kayak gitu. duhhh shit!

tiba tiba hpku berdering, aku mengangkatnya.

   "halo al lo dimana ?!"
   "gue dijalan ini" kataku
   "lo naik angkot?!"
   "enggak, gue sama temen lo kok"
   "ngaco! dari tadi temen gue nungguin lo didepan restoran ini! lo malah udah balik! sue lo"
   "ih beneran gue udah ama temen l-"
   "yaudah yaudah tar gue suruh temen gue pulang aja bye"
   "eh tung-"

tut tut tut

   "kebiasaan ih!" dumelku kesal.

aku langsung menutup hp ku dan menaruhnya disaku... kalo misalkan temennya dia sekarang lagi direstoran buat jemput gue... terus ini gue lagi dijalan sama siapa dong?

   "kenapa al?" tanya dia sambil menoleh kearahku lagi. Dia tau nama gue? apa.. twitter?

aku melihatnya dengan muka bingung

   "sebenernya lo siapa sih?!"
   "lo bukan temennya temen gue yang mau jemput gue kan?! lo siapa?"

belum dia menjawab pertanyaanku, dia langsung membawa motor dengan kecepatan kilat! menyelip beberapa mobil motor dan truk dengan cepat seperti pembalap, mau tak mau aku memegang perutnya.

   "stop! stop! apa apaan sih! berhenti! Lo mau bawa gue kemana?!!"

berkali kali aku teriak seperti itu, namun tetap saja dia tak menghiraukan aku.

saat ia membawa motor dengan kecepatan kilat ,kami bertemu beberapa anak remaja yang tadi ada direstoran menggunakan motor yang mereka bawa,
mereka mengejar kami dan berhasil menghentikan motor kami.

akhirnya motor berhenti dipinggir jalan, aku dan dia turun dari motor,beberapa remaja itu juga turun dari motor saling bertanya dan cewek yang memakai hotpants atau mantannya si cowok itu turun dari motor dan dateng nyamperin aku.

   "siapa lo?! berani banget boncengan sama cowo gue?!!" bentak dia padaku.

Aku bingung tak menjawab pertanyaannya. Dia memperhatikan penampilanku dari bawah sampai atas.
   "lo cewek jones yang sendirian direstoran tadi kan?!"

Beberapa remaja tadi menganguk dan saling membisikan sesuatu ketemannya, pasti mereka membicarakanku tadi direstoran. Dan memanggilku dengan sebutan menyakitkan itu. ckck

   "jawab! lo ngapain boncengan sama cowo gue!lo siapanya?!"

Aku melihat ke cowok tersebut, dan dia juga melihat kearahku. Lalu aku kembali menatap ke cewek itu.

   "gue gak tau kenapa gue boncengan sama cowok lo"
aku melihat lagi kearah cowo tersebut kini dia berjalan kearah kami berdua

   "Bahkan gue gak tau namanya siapa!" kataku sambil menunjuk kearah cowok tersebut.

   "Bohong! mana mungkin lo gak kenal sama cowok gue kalo gak boncengan" bentaknya sambil nunjuk nunjuk kemuka aku.
   "kenapa gak lo tanya aja sama dia?!"
   "ah kebanyakan bacot lo!"



Dia hendak melayangkan tangannya kearah pipiku, namun ditangkis oleh cowo tersebut.

  "cukup nad!" kata cowok itu.

  "bener kata alia, dia gak kenal sama gue!" cowok itu mendekat kearahku.
  "jadi lo tau nama cewek ini?! oh pantes aja direstoran tadi lo liatin dia terus"
  "...." cowok itu diam tak menjawab.
  "sejak kapan lo kenal sama cewe ini?!"
  "baru tadi gue kenal sama dia, tapi gue udah tau dia dari dulu"
  "maksud lo apasih?! gue gak ngerti sama apa yang lo omongin!"
  "bukan urusan lo! lagian lo bukan siapa siapa gue"
  "tapi gue sayang sama lo!"
kata cewek itu sambil memegang tangan si cowok.
  "kita udah putus!"

aku bener bener bingung sama kejadian ini, tanpa permisi aku langsung pergi meninggalkan mereka.

   "al tunggu al!"

cowok itu datang menghampiri aku, dan memegang tanganku.

   "ih apaan si! sebenernya lo tuh siapa?!"

cowok itu merunduk, melepas tanganku dan

   "sebenernya gue..."


















*
*
*

Dan brakkk, tiang penyangga selang infus gue jatoh, akhirnya gue bangun dari tempat tidur, pas gue liat seisi kamar gue kok beda, ternyata gue ada dirumah sakit dengan
tangan penuh perban diinfus. Ohh iya, gue kan kena dbd, dan tadi.. berati mimpi yak?!
wkwkwk
mimpi kalo lagi sakit tuh emang aneh aneh deh, beneran semalem gue mimpi kaya gitu persis.

ngeekkk... pintu kebuka, ternyata nyokap sama ade gue dateng bawa makanan.. duh gue pengen tidur lagi, ngelanjutin mimpi itu, penasaran gue sama kelanjutannya wkwkwk.


Sep 15, 2014

Cara Membuat Rambut menjadi Tebal

Udah lama banget yah gue ga posting lagi di blog,  ini gue mau bagi bagiin pengalaman gue tentang 'cara mencegah rambut rontok dan shampo nya'
pasti lo semua yang lagi didepan layar pada bingung semua kenapa gue mau bagiin pengalaman gue ini,
jadi gue mau ngasih sedikit tips dari beberapa pengalaman gue dalam menggunakan shampoo atau produk2 untuk rambut.
Langsung aja nih yah :D

*awalnya rambut gue*
Alhamdulillah dulu gue punya rambut yang lebat hitam berkilau kaya rambutnya raisanih *ceileh* dan karna penasaran
dulu itu gue sukaa banget gonta ganti shampoo, busetdah.. segala macem shampoo gue cobain mulai dari sunsilk, pantene, clear apa aja yang ada di iklan gue cobain.



*asal mula rontok*
Sampe akhirnya gue tetep bertahan sama loreal, dan gue pindah ke semarang, baru sekitar 3 bulan gue disemarang, gue
ngalamin yang namanya rambut rontok itu baru pertama kali rambut gue rontok ada sekitar 50an helai perhari, tiap nyisir rontok.. tiap bangun tidur rontok... ditarik dikit rontok.. ampe akhirnya gue nangis karna nemuin rambut gue banyak banget dikasur.



Gue akhirnya konsul ke dokter spesialis kecantikan gitu dan dijejelin berbagai macam treatment, tapi gue tolak, karna treatment atau
creambath itu jadi trauma buat gue, gue pernah nyobain hal itu di salon rambut gue dipijet alias dijambak jambak ditarik ga karuan.. takutnya malah bikin rambut rontok. Gue ditawarin shampo phyto dan meso, gue gatau nulisnya gimana pokonya itu ngomongnya meso,
meso itu kepala kita disuntik suntik pake obat, gatau gue obat apaan pokonya rasanya sakit banget.



*penyebab rambut rontok*
setelah gue selidiki nih penyebab rambut gue rontok adalah
1. Dulu waktu gue SMP gue pernah smooting rambut gue dan hasilnya lurus banget kaya sapu dan lurusnya bertahan sampe setahun.



2. Dulu juga gue suka gonta ganti shampoo yang gue sebutin diatas tadi dan ternyata shampoo sejenis itu ternyata ga cocok untuk rambut orang indonesia, karena shampoo tersebut mengandung conditioner dan conditioner itu gaboleh kena kulit kepala secara langsung. Yaaa bukannya jelek jelekin sih, tapi ini emang bukti nyata! Dan gue sendiri akhirnya yang kena.. walaupun
tipe rambut orang2 itu berbeda...



3. Waktu gue pindah kesemarang gue baru pertama kali berhijab, dan mungkin yaa kulit kepala gue itu ga kuat panasnya kota semarang dan panasnya kepala ditutup pake kerudung.. yaa namanya juga pertama kali :D



4. Air PAM disemarang itu sangat jelek, serius! Air PAM dimanapun berada itu kurang bagus, dulu waktu gue masih di bogor airnya dari tanah dan masih bagus. Pas pindah kesini langsung deh badan gue gatel2 gak gue aja, orang2 serumah juga pada gatel2 tapi lama kelamaan akhirnya terbiasa



*review dari mbak mbak di blogger dan geledah shampoo di century*
Akhirnya gue nyobain berbagai macam shampoo yang 'katanya' bisa bikin rambut kuat dan lebat. Yaitu Natur, Neril dan Rudi...
Masih banyak sih review mbak mbak century itu tapi entah kenapa gue lagi dapet feeling nya sama Rudi, ada apa dengan rudi?

bukan ya bukan Rudi tukang sayur langganan emak gue (sumpah namanya mas Rudi hehe) and then.. gue beli shampo dan conditioner Rudi
ukuran kecil buat nyoba nyoba, phyto atau meso saran dari dokter kecantikan itu gue hentikan. gue nyoba Rudi selama 3 bulan terkahir dan..


Ini dia penampakan shampoo phyto yang sering gue pake

*Hasilnya *
Rambut gue berkurang rontoknya dari sekitar 50-30 an jadi cuma 10-20 an wowwwwww lumayan banget kan ?!!! Dan mulai sekarang
gue terus pake Rudi dan semua perawatannya, shampoo, conditioner, serum, hairtonic gue pake semuanya akhir akhir ini..

Ini nih shampo sama conditionernya, harganya sekitar 20rb an kok

Serum satu kotak isinya ada 6 serum dan harganya 50rb beli satuan sekitar 15 rb 

ini hair tonic nya

Nahhh intinya dari semua tulisan gue diatas adalah kalo mau pilih shampoo itu tanya sama mbak mbak century dan pilih sesuai
kata hati.. jangan sesuai kata orang, ingat yaa rambut orang kan beda beda, ini review dari gue ajah silahkan mau dicoba
gimana perawatan sehari hari gue sekarang?



Perawatan rambut ala Alia ehehehehe

Hari semakin hari rambut kita mengalami masa masa sulit, contohnya kadar udara yang semakin memburuk karna bahan bahan kimia, atau air dirumah yang keruh udah bercampur sama air kotor, catok hairdryer atau apapun itu yang memperparah kualitas rambut kita semua itu ga sebanding sama jaman dulu, kata nyokap gue shampoo jaman dulu yang bagus itu cuma shampoo bayam dari mustika ratu, pake itu aja udah bikin rambut bagus hitam tebal, beda sama sekarang, karena perawatan rambut jaman sekarang semakin banyak dan bervariasi.

Buat kita kita yang menomorsatukan rambut dan ingin merawat rambut dirumah, gue kasi perawatannya deh gampang banget,
lo ga usah ke salon yang belum tentu cocok sama kita, mending cari aja yang cocok dan srek buat kita :D

1. satu jam sebelum keramas, gue biasanya pake minyak cem ceman atau minyak zaitun di rambut gue, dari akar sampe ujung,
atau bisa juga sgue biarin semalaman dan paginya gue keramas. Ini minyak ampuh banget deh buat rambut yang kering, kasar bercabang dan
yang susah diatur, karena setelah bilas keramas, rambut gue langsung nurut banget dan gampang diatur, bahkan gue ga perlu nyisir :D
*tambahan: gunakan seminggu sekali aja yah :D



2. Shampoo yang lagi gue pake ini Shampoo Rudi, dan conditionernya, diusahakan keramas 2 hari sekali ya atau seminggu 3x

3. Setelah shampoo-an dan pake conditioner, biarkan rambut kering sebentar sekitar 15 menit lalu kemudian pake hair tonic,
agar rambut kita tetap kuat. gunakan 3x seminggu

4. Kalau kalian bener bener pengen banyakin rambut, pake aja serum.. serum apa aja deh, gue lagi sering pake serum dari rudi dan
serum dari mustika ratu karna baru 3 bulan ini anak anak rambut dikepala gue udah mulai banyak lagi seperti dulu :D

5. Selesaiiii! Ini cuma perawatan sehari hari aja yaaaa, biasanya kalo lagi ga males nih gue creambath pake makarizo yang rasa lidah buaya, atau pake lidah buaya aja langsung, cumaa yaa sering sering aja garuk garuk kepala karna getahnya bikin gatel hehehe.


Nah alhamdulillah rambut gue yang tadinya tipis kayak gini,,,



jadi tebel lagi deh kayak dulu :D





May 7, 2014

Nolak Cowo Yang Baik dan Benar :v

  "Maaf aku mau fokus belajar dulu"

   "Maaf kamu terlalu baik buat aku"

dan

   "Maaf aku udah nganggep kamu kakak aku sendiri"




                                                                                     gif: opening mv big bang; Haru haru



itu adalah kalimat kalimat sopan buat cewek yang nolak gebetannya, alias friendzone bahasa kerennya yak. Sering banget gue nemuin kalimat beginian di beranda fesbuk, ataupun di 1cak. Kayaknya para jones jones itu gak terima ya kalo gebetannya jawab beginian saat doi nembak tuh cewek.

Gue pribadi sih.. pernah ngucapin kalimat ini, "Maaf mau UN, mau fokus dulu" dan gue beneran lagi fokus ! dalam arti ya.. nyari nyari bocoran disana sini gitu, gue berharapnya sih si cowok ini mau nungguin gue gitu, eh taunya dia malah udah punya pacar aja, kampret! untung kagak jadian~~

Yang jadi permasalahan

Emang ada apa sih dengan 3 kalimat diatas? Apakah itu kalimat nyesek buat cowok cowok ya? ya namanya cewek, nolak cowok.. sah sah aja kan? ada yang salah?

Menurut gue itu kalimat lebih sopan dari pada;

   "Maaf kita temenan aja ya"

atau

   "Maaf kamu terlalu jelek buat aku"

Bah, itumah ceweknya yang sok kecapekan.

Buat lo cowok cowok, coba lo milih kalimat mana buat jawaban pas lo nembak cewek?!

ng,,, ya....

pasti lo pada milihnya "diterima" lah daripada "ditolak"

Tapi kalimat

   "kamu terlalu baik buat aku" itu gue gak ngerti deh maksut pikiran dari si cewek ini, menurut gue sih si cewek ini bilang gitu karna;

1. Doi nyari cowok yang jahat, dia udah bosen ama yang baek baek

2. Si cewek ini nyadar kalo dia jahat, jadi gak mau nyakitin orang lain

3. atau si cowok ini emang baik banget, jadi takutnya nih cewek nyakitin dia gitu...

ahh entahlah, seumur umur gue belum pernah nolak cowok kaya begitu *jahh alya, emang ada cowok yang mau nembak lo?!*

dan kalo misalkan si cewek ini nolak si cowok karena "kamu terlalu baik buat aku" dan dia dapet cowok jahat kayak peran antagonis di sinetron2 gitu, terus dia disakitin... dan ujung ujungnya dia update status dah

   "semua cowok sama aja"

ah menurut gue "semua cewek yang sama aja" ini mah zzzz

Gue punya tips nih buat cewek cewek yang pengen nolak cowok secara haluuuusss banget. Tapi ya terserah sih mau dipake apa kagak ini tipsnya, soalnya agak sarap dikit gitu hehe.

kan kalo nolak cowok bilangnya

   "aku mau fokus belajar"

  

   "kamu terlalu baik buat aku"

   "kamu udah aku anggep kakak"

atau

 

   "kita temenan aja"

   "kamu terlalu jelek"

   "terlalu bau"



   "terlalu kere"



   "maaf...... kamu gak punya ducati"



zzzzz

kalo ini mah nolaknya frontal banget, wkwk

frontal cabe nya maksut gue hehe



kenapa gak nyoba nolak cowok model beginian aja;



cowok:eh akhirnya kamu dateng juga

cewek: iya maaf ya aku telat tadi macet *ceritanya rumahnya di ciangsana, ketemuan di rawamangun, busetdah*

cowok: maaf ya ngerepotin kamu malem malem gini

cewek: iya gapapa kok, oia kamu mau ngomong penting katanya?

cowok: iyanih aku mau ngomong sesuatu sama kamu

cewek: ngomong aja...

cowok: sebenernya aku...

cewek: *Deg deg deg*(ceritanya nih kamera nge-zoom ke cewek dan cowok secara bergantian)

cowok: sebenernya aku..

cewek: *tangannya mengepal erat* (trus kameranya ngarahin ke tangan si cewek, biasanya kan di pilm pilm begitu pan? wkwk)

cowok: sebenernya aku.. suka

cewek:...

cowok: sebenernya aku suka ngeliatin bulu idung kamu!



gubrak!

 (si cewek jatoh trus ngesot ngesot)



Ngaco ah ini mah ceritanya si cowok yang gagal nembak ! zzzz



okee reply!



cewek: ngomong aja...

cowok: sebenernya aku..

cewek: (si cewek mulai deg degan) *kayaknya dia mau nembak aku* batin nih cewek

cowok: sebenernya aku suka sama kamu

cewek: *tuh kan! bener* mm..

cowok: kok kamu diem aja? jawab dong

cewek: emang kamu nanya apa ?

cowok: itu perasaan yang aku bilang ke kamu

cewek: itu pernyataan kan bukan pertanyaan?

cowok: *poker face* *iya juga ya, duh salah dialog kan*



nah nah mulai ngaco lagi dah gue,

reply!



cewek: NGOMONG AJA!

cowok: SEBENERNYA AKU!!!

cewek: Tunggu, kok ini kita teriak teriak sih?

cowok: Abis aku kesel dialognya ini ini mulu sih..

cewek: iya kesel juga nih kampret emang penulisnya



Gue dah disalahin zzzz



oke reply lagi kali ini beneran dah



cewek: Ngomong aja..

cowok: sebenernya aku...

cewek:... *si cewek deg degan seperti biasa~*

cowok: sebenernya aku suka sama kamu! kamu mau  gak jadi pacar aku

cewek: ng... maaf aku gak bisa :(

cowok: *keringet dingin, panik, gelisah, mulai kencing di celana*

cewek: maaf aku gabisa nolak kamu...

cowok: jadi aku diterima nih?!

cewek: eh emang gitu ya artinya "aku gabisa nolak kamu" ?

cowok: iyalah kan "gak bisa nolak" berati "diterima" dong!

cut cut!

salah dialog lagi

arghhh, kayaknya udah malem yang nulis udah mulai ngantuk nih wkwkwk

ini yang bener yak!

cewek: Ngomong aja

cowok: sebenernya aku

cewek: deg deg deg

cowok: sebenernya aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?

cewek: *OKE GUE TOLAK DIA SECARA HALUS DAN ANTI MAINSTREAM!!* maaf aku gak bisa...

cowok: *keringet dingin, panik, geli geli basah, kencing rada encer gitu dipantat* ke- kenapa?

cewek: maaf aku gak bisa, sebenernya aku ini gak suka sama cowok, aku.. aku Zoophilia*)

cowok: *nelen ludah, jalan mundur, ngejauhin nih cewek*

Nah menurut gue jawaban itu adalah yang terbaik dan anti mainstream buat nolak cowok, dan dijamin aja dah pasti tuh cowok gak bakal ngehubungin lo lagi oke tenang aja :D

Buat yang belum tau nih apaan Zoophilia;

itu tuh sejenis kelainan seks gitu, jadi dia kaga suka ama cowok atau cewek, dia sukanya sama hewan piaraan atau ternak gitu dah, jadi suka ngeseks nya ama hewan. hehehe >.<

Nah itulah tips dari gue, walaupun agak ngawur hehe.

May 6, 2014

Need you



Dimana mata terpejam
Saat itu kembali menginat masa kelam
Bahagia dan tawa
Sesak dan pilu
Terkubur dalam kenangan

Dimana kesendirian membuatku kuat
Kenal ampun mencabik waktu
Berdiri dibalik kerapuhan

Akan kutempuh hidup tanpa bercinta
Jika itu yang terbaik
Akan terus kukosongkan
Jika itu membuatmu kembali

Namun sabar semakin berbatas
kesepian ini menyayat
Menangis tanpa bahu disamping
Menangis tanpa usapan jari jari tangan lelaki

Aku butuh seseorang

Apr 27, 2014

Pilih mana ?

" Kamu pilih mana? aku apa kesibukan kamu?"

"pilih mana hah?"

Sometimes, gue suka kesel sama cewek sinetron atau FTV atau bahkan dalam
kenyataan yang suka ngomong begituan, seolah olah si cewek ini
yang paling penting sedunia buat diurusin, batin gue mah
emang situ siape?

orang tua? bukan
penting? kagak
cuma pacar? iye..

masih mending kalo dia pacar, lah kalo baru gebetan?
mending ni cewek dielminasi aja dah dari daftar kontak jodoh lo.

Dapet inspirasi dari salah satu cerita dari temen gue yang super lebay,
kalo ngomong sok sok pake bahasa inggris, contoh..

   "well well well, gue lebih suka warna pink ke merah merahan daripada
merah ke pink pink an"

    "OMG HELLOWW, kalian pada dengerin gue ngomong gak seh?!"

atau contoh lain

    "oke fix, wendy kesel deh, ya enggak cimot?"
*lah ngapa jadi abg manten?*

Jadi gini ceritanya,
pada suatu hari ada sepasang kekasih yang baru baru aja jadian,
si cowok ini penggila banget bola, temen setongkrongan, sama photography. Si cewek ini
demen sama doi gegara si cowok ini kemana mana bawa slr mulu,
nah jadilah si tukang narsis ama si tukang foto keliling menjalin cinta.

cewek: yang yang, fotoin aku disini ya *YANG YANG?! YANGKEMU!*
cowok: oke beb, aku foto ya.. satu dua *BEB BEB? BEBEKMUA!? gedek gue ama
pasangan yang manggilnya beginian, bikin kuping gue keluar nanah
cewek: tunggu tunggu yang, gayanya gini ya (sambil nunjukin giginya yang
dipagerin ama behel, tangan kanan di pantat tangan kiri di kepala *wkwkwk*)
cowok: (nih cewek gue udah kayak kete'k aja sih) oke, beb satu dua tiga..

JEPRET

Jadilah si boots temennya dora the mozzila lagi beratraksi =,=

nah baru aja nih pasangan ngerayain anniversary nya yang ke 2, alias baru
dua minggu jadian..
busetdah baru 2 minggu aja udah dirayain, tapi..
lumayan lah gue diajak makan makan gratis haha

pas lagi makan makan tuh eh di cafe itu lagi ada nobar bola,
tim bola apa lawan apa gitu lupa gue, nah si cowok ini serius banget
mantengin tuh bola gelinding digiring kesono kemari, akhirnya si cewek
mulai gelisah karena kagak diperhatiin, udah kaya kaga makan bertahun tahun
ni cewek makannya nambah ampe 2 porsi buat caper ke si cowok

tapi...

si doi cuek aja, akhirnya si cewek sabar aja, dan gue pulang dengan
kenyang, huehehe

besoknya nih......
si cewek mulai merasa kesal dan curhat ke gue

cewek: al, gue kesel banget sama cowok gue!
gue: kenapa?
cewek: hari ini dia bangun kesiangan
gue: terus?
cewek: masa dia gak ngucapin good morning ke gue!?!
gue: yaa.. namanya juga masih tidur, gimana ngucapinnya? *emang harus
kudu wajib apa ya ngucapin good morning dalam berpacaran?*
cewek: tapi ini udah mulai ga wajar!
gue: ga wajar gimane?
cewek: dia udah berubah
gue: kenapa? ada cewe lain?
cewek: bukan, ini gara gara dia nonton bola semaleman.. coba lo bayangin
udah 3 hari ini dia bangun kesiangan dan lupa ngucapin good morning ke gue!
bayangin al bayangin!
gue: ngghh.. iye gue lagi bayangin
cewek: ih serius al, gue galau bangeet

si cewek mulai meringkuk dan memasang wajah wajah melas mama minta balon
gitu, yaa.. menurut gue sih wajar wajar aja cowok begitu, yang gak wajar
tuh ceweknya, baru kaga diucapin good morning aja udah panik sendiri.. bah

dan hari hari berikutnya,
ternyata belum berakhir, kejadian 'gak diucapin good morning' itu jadi
bertambah parah dan makin nyebar konfliknya, udah kaya sinetron
tukang haji yang tertukar aja pake the series segala.

cewek: jadi kamu ga bisa kerumah aku? ini kan malem minggu
cowok: maaf gak bisa sayang aku mau nobar sama temen temen aku
cewek: ohh, gitu.. yaudah gapapa deh *nyeseknya ngebatin*
cowok: bener beb?
cewek: iya *berharap harap si cowok peka*
cowok: oke deh, kamu jangan tidur malem2 ya, love you
cewek: love you too *aaargghhh gigit hp, banting hp, berantakin kasur,
loncat loncat, naik keatas monas sambil teriak "DDDAAAAFFFUUUUUUUUUU"

Setelah si cewek puas malemnya dia langsung buka twitter,
update status yang galau galau gitu,

   "ichh sebel malem mingguan dirumah ajah"

   "punya pacar kok kayak jomblo u.u"

berharap harap cemas si cewek dapet respon dari kode kodenya di twitter
tersebut, berharap si cowok lagi buka twitter dan ngebuka tl nya doi..
namun ternyata.. no respone

akhirnya si cewek bikin status lagi

   "semua cowok sama aja"

besoknya disekolah ni anak curhat ke gue.

cewek: gue sebel banget!
gue: kenapa? cowok lo?
cewek: iya! dia gak peka sama kode kode yang gue kasi
gue: *yaelah pake kode segala, ribet bener dah jadi cewek, oke dia doang
yang ribet jadi manusia =,=*gak usah pake kode, lo ngomong aja langsung ke dia
cewek: gtu ya? oke deh

nah setelah mengikuti saran dari gue ternyata cowok ini ga berubah,
dia tetep ngurusin bola bola nya dia, wtf? jangan ngeres ye..

dan makin lama si cewek mulai lelah dengan sikap si cowok.

cewek: kayaknya kita musti ngomong deh
cowok: lah ini kita lagi ngomong
cewek: maksud aku ngomong serius
cowok: yaudah ngomong aja
cewek: kayaknya kamu udah ga sayang sama aku
cowok: kenapa kok nanya gitu?
cewek: abis perhatian kamu ke aku jadi kurang, akhir akhir ini kamu aja
gak pernah ngucapin good morning ke aku
cowok: jadi cuma gara gara good morning?!
cewek: bukan! kamu lebih mentingin temen temen kamu sama bola daripada aku
cowok: *diem semiliyar bahasa*
cewek: kamu milih aku apa kesibukan kamu?
cowok: *diem aja sambil menatap tu cewek*
cowok: aku sayang sama kamu, maaf kalo aku ga bisa bagi waktu buat kamu
sama temen temen aku..
cewek: ah tau ah!

akhirnya si cewek pergi gitu aja ninggalin si cowok,
selama berhari hari si cewek nangis dikelas, galau.. kalo malem pun juga gitu
kadang kadang nongol kerumah gue sambil curhat ngapisin kaleng kerupuk
dirumah gue, kampret juga ni bocah udah kaya vacum cleaner..

karena gue udah bosen ama tangisan cino nya dia, gue pun ngomong baik baik
ama mereka berdua.

gue: jadi lo pengen diperhatiin?
cewek: iyaa..
gue: lo itu cuma pacar, biarin lah dia juga punya kesibukan sendiri,
seenggaknya dia setia sama lo, kesibukan dia ama temen temen juga cowok
semua gak ada ceweknya, apa yang lo khawatirin?
cewek: yaa gue pengen diperhatiin aja kaya dulu pas pdkt
gue: dengerin yak, cowok itu lebih manis pas pdkt daripada pas udah pacaran.
cewek: kenapa?
gue: soalnya pas pdkt itu, dia pasti berusaha mati matian buat dapetin kita~
cewek: gitu.. ya... oke deh gue ngerti

okeee fix, satu masalah udah kelar
sekarang gue ke nyamperin ni cowok

cowok: kenapa al?
gue: lo masih sayang gak ama dia?
cowok: ng.. ya gitu dah
gue: kalo masih sayang, balikan gih.. dia udah ngerti sekarang
cowok: gak tau deh gue pikir pikir dulu
gue: kenapa?
cowok: gue merasa udah gak cocok sama dia
gue: *mampus dah gua! beneran putus nih mereka* jangan sepihak gitu dong,
gue udah jelasin ke dia kalo lo juga punya kesibukan sendiri..
cowok: tapi sorry al, gue gak suka cewek caper manja gitu
gue: *nelen ludah* yakin lo?
cowok: yakin gue
gue: tapi dia sayang banget ama lo bego, dia galau mulu, lo ngertiin
dia juga ngapa
cowok: coba lo ada diposisi gue al, antara pacar sama kesibukan lo?
gue: maksud lo?
cowok: lo pilih mana, misalkan lo punya pacar dan lo kan suka banget sama
anime, tapi pacar lo ini ngelarang lo buat nonton anime lagi. nah lo pilih
mana, pacar apa anime?
gue: kampret lo, ya anime lah
cowok: nah itulah pilihan gue
gue: lo suka anime juga?
cowok: kaga bego! gue milih kesibukan gue, temen temen gue dari pada pacar.

dengan berat hati gue ngomong ke si cewek,
kalo dia gak dapet kesempatan kedua....

hiks hiks ikutan nangis gue,
karena dia kalo ngegalau dirumah gue mulu.. huwaaa
gue juga punya privasi kaliiiii

nah kesimpulannya:
cowok ini sibuk banget, sedangkan si cewek pengen diperhatiin..
dan terjadilah konflik

pesan yang diambil:
buat cewek, jangan kebanyakan nonton drama deh mendingan lo buka mata
lihat kenyataannya. Minta perhatian sih sah sah aja menurut gue,
cuma jangan kelewatan juga
buat cowok, sebisa mungkin lo bisa bagi waktu lo buat pacar sama kesibukan lo
kalo lo emang sibuk banget gue saranin kaga usah pacaran, bukan karena gue
jomblo ya jadi bisa ngomong gini wkwk. terus lo kasih perhatian ke cewek lo,
namanya juga pacaran masa cuek cuekan diem dieman? wkwk anti mainstream!

oke sekian dari gue, mungkin ini  kiranya bermanfaat buat lo semua
yang lagi malem mingguan happy sad night ya, ya! SAD NIGHT!!


Apr 9, 2014

Short Story: Timeline



Semua yang berawal dari pertemuan, akan berujung pada perpisahan, entah itu
pertemanan, keluarga, ataupun cinta. Semua orang yang akan menjalin hubungan pasti
akan berpisah suatu hari nanti.

Seperti kisah ini, sosok yang aku kenal sebagai teman curhat, sebagai keluarga, dan
juga sebagai seseorang yang aku cintai. Dia hanya satu orang, tapi keistimewaannya
membuatku merasa kalau dia lebih dari sekedar teman, lebih dari kebersamaan keluarga
dan lebih dari cinta pada seorang kekasih.


Selasa, 1 Feb 2011

Hujan rintik membasahi kota Jakarta di sore hari, aku berada diruang kelas bersama teman temanku
untuk mengerjakan kerja kelompok bersama. Karena tugasku sudah selesai, aku duduk
didekat pintu melihat rintikan hujan, sedangkan beberapa temanku yang lain masih mengerjakan
tugas.

Aku bersandar sambil melamun, melihat satu persatu rintikan hujan yang turun dari genting
dan dedaunan, tanpa sadar aku menghitung jumlah air yang jatuh

   "Udah selesai al?" tanya salah satu temanku, datang menghampiriku.
   "i,iya" jawabku
   "gak pulang?" tanya dia lagi

Aku melihat kearah rintikan hujan, sambil memasang wajah muram.

   "nunggu ujan reda ya?" tanya dia lalu duduk disebelahku.

Deg,
stop jangan duduk disebelahku.

   "iya, mau ke perempatan tapi masih gerimis gini" kataku sambil memandang langit
   "emang gak bawa jaket?" tanya dia
Aku menggeleng.

Dia mengambil tasnya lalu mengeluarkan jaket tebal berwarna biru dongker, lalu
meletakkannya dipangkuanku.

   "pake aja al" katanya sambil tersenyum ramah
   "enggak ah kagak"
   "udah, gue gak papa kali, gue gak gampang sakit kok"
   "gak gampang sakit gimana? waktu itu lo keujanan dikit aja langsung demam"
   "hah kapan?"
   "minggu lalu, masa lo lupa"

Dia mencoba mengingat ingat, lalu tersenyum

   "he he" ucapnya pelan sambil menggaruk garuk kepalanya.

Aku segera berdiri dan menaruh jaket tersebut di kepalanya.

   "gue duluan ya" kataku, sambil berjalan kearah hujan tersebut.

   "AL!" teriaknya, aku berhenti ditengah hujan dan menoleh kearahnya

Jaket tersebut dilebarkan diatas kepalanya, lalu dia menghampiriku dan mendekatiku untuk melebarkan jaket tersebut dikepalaku.

Deg,
Ya Tuhan ini sangat dekat.

   "kita pake bareng aja ya" katanya sambil mencoba merangkulku agar jaket tersebut muat
dipakai untuk berdua.
   "enggak enggak usah, lo aja" ucapku terbata bata
   "gak usah ngeyel deh al".

Akhirnya kita berdua jalan bersama menuju perempatan, dengan rangkulan hangatnya dipundakku
sambil memegang jaket untuk menutupi kepalaku dari rintikan hujan.
Dibawah langit mendung ini, aku sangat senang walaupun wajahku tidak menunjukkannya.
Jantungku sangat berdebar debar meskipun sikapku tak menunjukkannya.

Senin, 16 Juli 2012

Aku berangkat menuju kota Semarang, tempat dimana aku akan melanjutkan SMA, aku berpisah dengannya, teman sekelasku.. Tanpa ucapan selamat tinggal dan
tanpa kata kata perpisahan, aku kira sekarang dia sudah melupakanku, jadi untuk apa
aku menemuinya?

Hari demi hari yang kujalani telah berlalu, aku mempunyai banyak aktifitas,
terkadang jarak ini membuatku bertanya tanya, apakah ia..

masih mengingatku?


Sabtu, 7 September 2013


Setelah bertahun tahun aku berpisah dengannya, aku sempat kehilangan kontak dengannya
namun ini semua tak menghalangi takdirku dengannya, kami kembali berkomunikasi,
curhat ataupun berantem walau hanya sebatas text messenger.

Awalnya aku sangat senang bisa berhubungan lagi dengannya walaupun dalam
jarak ratusan kilometer seperti ini
Namun tak lama kemudian, kami saling memaki.

Jumat, 31 Januari 2014

Mungkin dengan kehadiranku dia merasa terganggu,
dan dia memintaku untuk merusak barang pemberiannya,
sebuah headset yang kusimpan manis didalam kotak yang penuh dengan flowercrown.
Aku sungguh tak mengerti apa maksud dari ucapannya tersebut.
Semua hal yang aku pertahankan untuk hubungan ini berakhir dengan
kata kata kasar yang ia ucapkan padaku..

Dia bilang, aku menyakitinya.. dan dia menyuruhku untuk tidak mengganggunya lagi.

Tuhan,
cobaan apa yang kau berikan padaku?

Jika benar aku menyakitinya, tunjukan rasa sakit yang lebih padaku. Jika memang aku wanita
murahan, mengapa sampai saat ini aku tidak memliki seorang kekasih? Dan Jika memang
ia tak mau menghubungiku lagi..

tolong, buat aku melupakannya.

Dan akhirnya, kami memutuskan untuk saling berpisah.

Sabtu, 5 April 2014



Hujan ini kembali mengingatkanku padanya, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya
secepat itu? Jika hubungan yang kita bangun bersama ini bertahan selama bertahun-tahun
lamanya.

Apa kabar dirinya ?
Aku merindukannya dalam diam
Aku memimpikannya dalam mimpi burukku

Apa dia telah melupakanku, dan mencintai wanita lain?
Uh.. wanita lain, membayangkannya saja membuat dadaku sesak.
Atau dia bertanya tanya tentang keadaanku disini?

Aku baik baik saja disini, walaupun sedikit terluka,
karena luka ku sesungguhnya takkan untukmu.. :)
Aku masih baik baik saja disini, sedikit menantimu,
karena jikaku terlalu banyak menantimu
aku takut penantianku akan sia sia.. :)
Aku tetap akan baik baik saja disini, tak mempunyai kekasih dan ke-singel an ku ini yang
membuatku bertahan, karena hanya kamu yang diam tak bergerak dihatiku.. :)

Aku mencoba tegar, sabar dan pasrah kepada Tuhan..
Dan dalam tulisan singkat ini, aku sadar

Bahwa aku telah jatuh ke lubang yang salah.

Senin, 15 Oktober 2018

Skripsiku telah selesai, semua tugas akhir kuliah sudahku selesaikan, aku berharap bisa
meraih pekerjaan yang pantas untukku, seorang Guru.. Itulah cita cita muliaku
Aku berharap bisa membahagiakan kedua orang tuaku :)

Dengan keteguhan hati, aku meminta ijin pada kedua orang tuaku untuk kembali mengejarnya ke Jakarta. Aku siap bertemu dengannya, dan aku siap untuk menyatakan isi hatiku.

Aku akan berkemas, menuju kota Jakarta.
Jakarta..
Aku kembali



Rabu, 17 Desember 2018

Sesampainya dikota yang penuh dengan kemacetan ini, aku gagal menemuinya, rumah lama
yang dulu ia tempati sudah bukan disana lagi, dan nomor teleponnya sudah tidak terdaftar lagi,
bagaimana bisa? Padahal dulu nomor ini yang sering ia pakai untuk menghubungiku.

Aku bertanya-tanya pada teman lamaku, namun tak ada yang tahu keberadaannya..

Tuhan...
Kenapa sulit bagiku untuk menemukannya?
Kenapa tak Kau biarkan hambamu ini bertemu dengannya?

Satu jam penuh aku hanya berjalan jalan disepanjang kota Jakarta, bertahun tahun
tak dapat kabar darinya dan dengan modal nekat aku menemuinya, namun hasilnya?
Nihil..

Tapi, aku tak pantang menyerah!
Aku akan tetap mencarinya, dan menemuinya! Bahkan aku akan bersumpah, jika aku tak
menemukannya, aku tidak akan pulang keasalku.. Semarang.

Aku menaiki taksi untuk mencari alamat sekolahku dengannya dulu, saat sampai disekolah lamaku ini
aku berjalan menyusuri kelas tiap kelas yang sudah mulai berubah, sekolah begitu sepi,
dan hari semakin gelap, mengingatkanku pada kejadian 8 tahun yang lalu, saat kita berdua
menerobos rintikan hujan bersama.

Dulu kita berjalan bersama penuh tawa menuju perempatan untuk mencari angkot,
sekarang kini hanya aku yang berjalan sendiri menuju perempatan.. untuk mencari kamu.



Tak ada tujuan dan hilang arah, aku berjalan ditengah kegelapan, tanpa sadar langkah kakiku
berjalan dengan sendirinya kearah rumah lamaku. Entah apa yang aku pikirkan.. Mungkin aku
penasaran, seperti apa sosok rumahku dulu? Apa sudah berubah?

Sesampainya dirumah lamaku, aku kaget.. tak ada yang berubah dari rumahku, masih
sama seperti dulu, tembok rumah berwarna hijau muda, pohon mangga didepan rumah,
dan lapangan volley persis didepan rumahku.

Aku berjalan mendekat, dan melihat lihat suasana disekitar rumah, sepi dan gelap.
Mataku berhenti pada seseorang yang sedang duduk dipinggir lapangan,
seseorang dengan kemeja biru navy melihat kearah jalan raya
sambil membawa sebuah kotak.

Sedang apa orang itu ada disini? Ini sudah malam.. Apa dia sedang menunggu seseorang?
Tanyaku dalam hati

Hampir lima belas menit aku memperhatikannya, tanpa mengecek handphone-nya, tanpa mencari-cari sosok seorang yang ia cari, tatapannya lurus kejalan raya sambil memegang erat kotak tersebut.

Sorot cahaya mobil yang lewat membuatku sekilas melihat wajah pria tersebut.
Seperti pria yang aku kenal?

Aku mendekatinya dari samping, jarak kami sekarang hanya 5 meter, aku diam memperhatikannya
saat dia berdiri dan menoleh kearahku, aku tercengang melihat wajahnya, sosok yang sedaritadi aku
cari cari kini ada didepanku.

Aku membalikan badanku, aku sungguh tak menyangka akan menemuinya disini, dia berjalan
kearahku lalu memegang pundakku.

   "Alia? Lo Alia?" tanya pria tersebut, dengan suara khas yang sering aku dengar.

Aku menoleh kearahnya perlahan.

   "Iya, lo siapa"

Wajahnya langsung berubah, dia sangat senang mendengar jawaban dari mulutku.

   "Ya ampun Alia, lo kapan nyampe Jakarta?!" ucapnya sambil mencubit kedua pipiku.

  "Tu-tunggu, kenapa lo bisa ada disini?" tanyaku sambil menyingkirkan tangannya dari pipiku

Dia tidak menjawab, hanya diam sambil memegang erat kotak yang dia pegang sedari tadi.
Lalu menaikan pundaknya, seolah olah ia tak tahu.
Konyol!

   "dih jawab, kenapa lo ada disini? lo nunggu siapa?" tanyaku penasaran

   "nunggu seseorang.." jawabnya sok misterius

   "yee, serius.. lo nungguin siapa dari tadi gue perhatiin lo tau"

   "masa ? gue lagi nunggu cewek"

Deg..
Cewek? Dia menunggu Perempuan?
Siapa?
Kekasihnya kah?

   "oh.. gitu" kataku singkat.

Hening sejenak, diantara kami berdua nampak saling canggung tak sanggup untuk memandang

   "um.. kapan lo nyampe Jakarta?" tanya dia berusaha mencairkan suasana

   "barusan kok"

   "dalam rangka apa lo ke Jakarta?"

   "gue ke Jakarta cuma pengen ketemu .."

Upss! hampir aku menyebutnya!

   "ketemu siapa?"

   "ng.. ketemu.. nenek gue! Iya, ketemu beliau"

   "ohh gitu"

   "Oiya, lo abis ini ada waktu gak, gue pengen ngobrol lebih lama sama lo!" ucapku

Dia memperhatikan jamnya

   "Gue mau nanya, apa lo udah punya pac.."

Pertanyaanku terputus,

   "lebih baik semua pertanyaan lo itu disimpen dulu" katanya sambil mendekatkan jari telunjuknya
di bibirku.

   "kenapa?"

   "ini buat lo" katanya sambil menyerahkan kotak itu padaku.

   "apaan nih?" tanyaku

Dia tak menjawab, hanya menantiku untuk membuka isi kotak tersebut,
aku membukanya secara perlahan..

  "Headset?" tanyaku sambil mengambil barang tersebut dari kotak.

   "Happy Birthday! Ini hadiah dari gue buat lo" katanya sambil mengacak acak rambutku
Astaga, aku lupa hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke-23

   "sebentar? kenapa lo ngasih headset yang sama persis ini ke gue?" tanyaku sambil menunjukan
headset itu didepan mukanya.

Dia hanya diam, lalu berjalan mundur

   "nanti lo akan tau, gue pergi dulu ya" ucapnya sambil berjalan mundur lebih cepat,
dan lari meninggalkanku.

   "Tu- TUNGGU! Mau kemana lo?!!!" teriakku, namun ia tak berhenti, dia hanya melambaikan
tangan padaku.

Aku tak bisa mengejarnya, kakiku terlalu letih karena seharian telah berjalan mencarinya,
namun ternyata dia yang sedaritadi menungguku didepan rumah.

Aku memegang  headset tersebut dan melihat kertas yang terselip di headset
tersebut,

   'Happy Birthday Alia <3
Selamat ulang tahun semoga menjadi anak yang berbakti pada orang tua,
dan selalu sehat sentosa, amin
Jika headset ini sampai ketangan lo, gue bersyukur banget,
karena setiap 17 Desember, gue nunggu lo didepan rumah lo,
ya walaupun gue tahu lo ada di Semarang :)
Oh iya, tahun ini gue akan pergi ke Luar Negri, gue keterima kerja disana :D
Akhirnya impian gue tercapai :)
Lo juga kejar impian lo ya! jadi guru kan?! 

suatu saat nanti kalau kita jodoh
kita pasti akan bertemu lagi'

Kertas itu memberikan jawaban atas semua pertanyaanku, aku hanya terdiam
membaca kata perkata pada kertas itu. Aku duduk lemas dipinggir lapangan, menangis..
entah air mata apa yang aku keluarkan.

Air mata kesedihan atau kebahagiaan, air mata yang aku tumpahkan untuk seseorang yang
aku sebut sebagai teman, yang kita lalui bagaikan keluarga, dan yang aku cintai
lebih dari pacar, dialah sosok yang aku sebut dengan inisial...





'R'






Cerita ini cuma cerpen, gak nyata~ Dan bukan kehidupan tentang gue :)