“Princess..” Aksen Irlandia terdengar sayup di telingaku yang masih setengah terjaga. Perlahan ku membuka kedua kelopak mataku, membiarkan berkas sinar matahari menerangi iris mata cokelat gelap. Di sisiku, seorang pemuda pirang bermata sebiru samudera menyambutku dengan dekapan hangat. Aku bisa merasakan sepasang lengan kekarnya memelukku dengan protektif.
“Good morning, Nialler..”
“Morning sweetheart.”Sahut pemuda pirang tersebut lembut,
“Today is a big day for you, isn’t it? I will take care of you all day long.” Kamu hanya tersenyum tipis,
“You’re too hyperbolic. Aku sudah sering melewati hari-hari semacam ini,” tukasmu sederhana,“Puluhan kali, just for your information. This ain’t my first time.” Pemuda yang ku sapa Nialler tadi hanya mengangguk singkat
“You’re beautiful, and too strong for a little girl. That’s why I love you.” Sebuah kecupan singkat mendarat mulus pada keningku. Membuatku tertawa renyah.
“I love you too, my nialler”
Ya, aku---gadis yang beruntung bisa memiliki seorang Niall Horan di sisi tempat tidurku setiap hari ,rupanya tak seberuntung kelihatannya. Mata cokelat bersinarku memang bisa menyembunyikannya, begitu pula dengan bibir merah mudaku yang selalu merekahkan senyum. Jauh di dalam diriku, ada sebuah penyakit berbahaya yang mengancam hidupku. Aku terlahir dengan kelainan jantung, dan membuatku kerap melakukan operasi klep jantung setiap beberapa bulan sekali dan minum obat setiap harinya. Hari ini, adalah yang kesekian puluh kalinya aku menjalani operasi tersebut. Niall tahu akan hal itu, dan hal itu pula yang membuat pemuda Irlandia tersebut begitu mengagumiku sebagai tunangannya. Aku adalah gadis yang kuat, sangat sangat kuat. Niall mendaratkan satu lagi ciuman pada dahiku.
“C’mon get up from the bed. There’s some breakfast for you down stair, Alia Amira.”
“Thank you, you’re the best.” Aku membawa Niall dalam pelukanku, sebelum akhirnya berdiri dan turun untuk sarapan.
Sepanjang hari dihabiskan oleh aku dan dia dengan duduk berdampingan di sofa dengan selimut, popcorn, soft drink dan setumpuk DVD. Siang telah berlalu dan sore kini menjelang, Niall memeluk tubuhku ,kekasihku yang telah mendampingi hidupku sejak dua tahun belakangan ini,dan menyandarkan dagunya pada bahuku, seolah tak akan pernah ingin dipisahkan.
“I love you so much. You’re like an ecstasy, and I’m overdose.” ucap Niall
Aku tersenyum dengan rona merah pada pipiku. Tetapi sebelum aku sempat membalas ucapan Niall, pintu apartemen menjeblak terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu. Sedetik kemudian, muncul sosok pemuda berambut cokelat gelap ikal, disusul dengan yang berambut hitam legam kemudian di belakangnya muncul lagi dua pemuda berambut cokelat kacang. Yes, they are Harry, Zayn, Liam and Louis..
“Hey massive lazy couple,” Harry datang dengan wajah ceria.
“Don’t you say that you guys spend all the day with a tons of DVD and cuddle up on couch..” Niall melemparnya dengan sebutir popcorn.
“Haha! Unfortunately, that’s pretty rite.” Harry menangkap popcorn yang dilempar Niall dengan mudah, kemudian memasukannya ke dalam mulutnya.
“By the way Al , how are you today? You will go to the hospital tonight?” tanya Harry
“Yeah we’re here to support you.” Liam menyambung kalimat Harry.
Aku tersenyum simpul, memandang pada empat sahabat terbaikku itu.
“Yeah it will be my.. twenty first time? Or twenty third, maybe? Hah, I don’t even count that anymore..” Kalian semua tertawa.
Tetapi jauh dalam hatiku, aku bertanya-tanya.. Kapan semua ini akan berakhir? Operasi setiap bulannya, minum obat agar rambut dikepalaku tak habis. Berapa lama lagi aku akan hidup? Beberapa jam ke depan kita habiskan dengan memasak dan menonton The Dark Knight Rises, film favorit kita berenam. Hingga akhirnya malam menggantung di langit, aku harus bersiap-siap berkemas menuju rumah sakit untuk operasi. Orang tuaku dalam perjalanan ke sana, menemaniku melewati semuanya seperti biasa. Harry bangkit berdiri dari sofa.
“Well Al , we have to go to do an interview. And Niall, join us as soon as possible. It won’t take a long time.” Ujarnya padaku dan Niall.
“We will visit you tomorrow with Perrie, El and Dani,” Zayn mengambil jaketnya, disusul dengan yang lain,
“Good luck babe!” Kemudian Louis memelukku
“Yeah, we love you Alia! Good luck. See you tomorrow.” Keempat sahabat lelaki itupun bergantian mengucap salam, memelukku dan berjanji akan datang menjengukku besok. Kemudian mereka meninggalkan apartemenku dan aku bersiap-siap menuju rumah sakit.
Hujan turun membasahi London pada malam itu. Aku duduk nyaman di dalam mobil sementara Niall memegang kemudi. Kalian berdua terdiam, menunggu satu sama lain untuk mengucap kata.
“Princess..” panggil Niall
“Yes, babe?”
“Are you alright?” Aku hanya tertawa kecil,
“Yes of course. Ini hanya operasi klep jantung biasa, Nialler… Bukan operasi besar, apalagi pencangkokan jantung..”
“Kapan kira-kira kamu akan mendapatkan donor?” Raut wajahku berubah muram,
“I don’t know.. Maybe someday.” Jawabku singkat.
Bertahun-tahun aku menunggu untuk mendapatkan donor, tetapi sampai sekarang hasilnya masih nihil. Hanya itu satu-satunya cara untuk memulihkanku. Selama aku belum mendapat donor untuk operasi cangkok jantung, aku tak akan pernah sembuh.
“Yeah, Princess.. I believe one day you’ll be healthy as everyone else. I will always be by your side. I won’t go anywhere. I promise, Princess..” Niall berkata lirih dengan senyum khasnya. Senyum yang selalu membuatku tergila-gila.
Bentley yang dikemudikan Niall berhenti pada lobby rumah sakit yang sangat familiar denganku. Aku melihat kedua orang tuaku berdiri di dekat meja front office, menunggu kehadiranku.
“I gotta go for a while to do a short interview.” Ujar Niall sembari menghela nafas. Aku mengangkat bahu,
“Okay, no problem.” Niall menggenggam tanganku, kemudian membawaku pada pelukannya. Ia tahu kalau aku sangat suka dipeluk, dan ia selalu mencoba melakukannya sesering mungkin. Bagiku, tak ada tempat yang lebih nyaman dibanding berada dalam pelukan Irish leprechaun-ku.
“You will survive, Princess.. You will life until you get very very old. We will make a good family..” Setengah heran, tetapi aku hanya mendekap Niall-ku lebih erat lagi,
“Yes babe, I will, we will. I love you.” Nafas Niall berhembus hangat di tengkukku,
“I have a surprise for you. But you have to do your surgery first,” suara kekasih pirangku berubah menjadi sebuah bisikan, “Aku akan menjadi orang pertama yang kau temui ketika kau bangun besok, as usual Princess.. And I will bring the surprise.” Aku menjadi penasaran, tetapi rupanya aku menikmati rasa penasaran tersebut sehingga kau enggaan mendesak Niall untuk membeberkan rencananya,
“Well, Prince.. Promise me?”
“I promise babe.” Kemudian Niall mendekatkan wajahnya pada wajahku, menciumku tepat di bibir untuk beberapa saat.
“Well, masuklah ke sana. Aku akan menyusulmu nanti, Princess..” Aku mengangguk, kemudian mengambil tasku dan membuka pintu mobil.
“Princess..” Aku berbalik,
“Yes, Nialler?”
“I really love you.” ucap Niall singkat
***Niall Horan***
Aku mengemudikan Bentleyku dengan kecepatan sedang. Hujan belum kunjung reda, namun kabut mulai menipis. Aku kini berada dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah selesai dengan beberapa interview mendadak dari sebuah stasiun radio. Kota London mulai sepi, mengingat ini hampir tengah malam. Operasi tunanganku akan berlangsung kira-kira satu jam dari sekarang dan aku telah memperkirakan akan datang tepat waktu. Tanganku merogoh saku jaket. Aku menggenggam kotak kecil berbahan beludru yang telahku persiapkan jauh-jauh hari. Besok adalah saatnya. Aku mencintainya sebegitu dalam, walaupun aku tahu kalau kekasihku itu sangat ringkih dan lemah. Tetapi hal itulah yang membuatku jatuh cinta. Bagaimana bisa aku melupakan sepasang mata bersinar yang selalu memancarkan kekuatan besar dibalik penyakit berbahaya yang membayanginya? He loves her, so damn much.. Akupun meraih BlackBerryku, membuka menu message dan mengetik pesan singkat. Ketika mataku sedang terpaku pada layar telepon genggam, tak sadar mobilku melaju menerobos lampu merah. “Shit, shit!” Dan dalam tempo waktu bersamaan, sebuah truk besar datang dari arah samping. Aku menginjak pedal rem sedalam-dalamnya, namun naas sekali segalanya telah terlambat. Bunyi klakson truk dan Bentley pemuda Irlandia tersebut membahana, kemudian sepersekian detik selanjutnya, bunyi hantaman memekakkan telinga antara dua buah material sama keras membelah malam dan hujan. Bentley-ku terhempas begitu saja sejauh beberapa puluh meter. Bunyi tubrukan antara logam dan aspal yang menyayat hati berkali-kali terdengar sebelum akhirnya mobilku teronggok mengerikan di pinggir jalan. Teriakan beberapa orang terdengar, meminta pertolongan kepada siapapun.
“Hey!! Is he still alive?”
“He’s still breathing!”
“Hold on, Kid! Please hold on!”
“Damn! His body stuck between the dashboard and seat!”
“Holy shit, he’s bleeding! So freakin much!”
Selanjutnya bunyi sirene ambulans menyusul. Orang-orang segera mengangkat tubuh tak berdayaku setelah menariknya paksa dari jepitan dashboard, air bag dan jok mobil.Lalu detik berikutnya, bau obat-obatan di dalam ambulans adalah hal terakhir yang aku rasakan.
‘Good luck for your surgery. I’ll be there as soon as possible. I love you forever and always princess xx’ His message was still waiting to be sent on Niall' BlackBerry
***
“Mom, where’s Niall? He said he would be here before my surgery.” Aku bertanya pada ibuku dengan setengah kesal,
“I was trying to call him but there’s no answer.” Ibuku hanya mengangkat bahu,
“I don’t know. Maybe he’s on his way, Sweetie..” Seorang dokter dan beberapa suster memasuki kamar rawatku. Ini berarti operasimu akan segera dimulai.
“No, no.. Can you delay my surgery? Just for a few minutes.. I’m still waiting for someone.” Tukasku pada tim dokter yang akan mengoperasiku. Mereka hanya mengangguk, dan kemudian meninggalkan kamarku.
“Damn, Nialler! Where are you?” aku mengumpat pada layar telepon genggammu saat operator telepon yang menjawab panggilanmu, not your Nialler. Pintu kamarku dibuka lagi, kali ini ayahku yang muncul,
“Hey, I wanna talk to you about something.” Ujarnya kepada ibu.
Kemudian tanpa berkata apa-apa mereka keluar kamar, meninggalkanku sendirian yang masih sibuk dengan rasa kesalku.
“Niall kecelakaan…” Wanita paruh baya tersebut terperanjat mendengar pernyataan suaminya. Matanya membesar,
“Then?” “A truck hit his car. They can’t help him.. He’s dead.” Wanita tersebut tak merespon, di wajahnya hanya tergambar keterkejutan yang amat sangat, seperti langit runtuh. Tubuhnya merosot, terduduk pada kursi di ruang tunggu. Niall? Bagaimana bisa?
“Dia meninggal saat perjalanan ke rumah sakit,” pria tadi melanjutkan ucapannya, “And you know what? Nurses in the ambulance said that..” nadanya berubah, lirih sekali, “Niall’s last word was.. ‘If he was dead, gave his heart to Alia. He loved her so much.”
Ada hening yang sangat panjang, sebelum wanita tersebut pecah dalam tangis
“You must be kidding me! How could… Oh my God, Niall! I can’t believe it!” ucap Ibu
“Yeah, yeah.. Me too. He’s too young, talented, and.. He loves our daughter, so does she..” ujar sang pria sembari memeluk istrinya. Masih dalam tangisan memilukan, wanita tersebut bertanya,
“Lalu, bagaimana?” “Orang tua Niall tahu tentang hal ini. Mereka dalam perjalanan dari Mullingar menuju London. Dan mereka setuju untuk memberikan jantung Niall pada Alia. You know, his parents love Alia so much.. Niall’s mother crying so hard.. Oh my God..” terang pria tersebut, berusaha menyembunyikan dukanya,
“Niall ada di rumah sakit ini, jantungnya telah diambil dan golongan darahnya cocok. Tim dokter pencangkokan jantung dalam perjalanan ke sini. Kondisi Y/N dinyatakan prima untuk menjalani operasi besar ini.” Wanita tersebut hanya diam, menangis pilu. Tak membayangkan reaksi anaknya jika tahu tentang hal ini. Semuanya akan menjadi sangat sulit. Kemudian, derap langkah terburu-buru terdengar. Zayn, Harry, Liam dan Louis tergopoh-gopoh menghampiri pasangan paruh baya tersebut.
“Is Niall.. Is Niall…” Louis bertanya panik, tak ada lagi ekspresi jenaka pada wajahnya. Hanya kengerian dan ketakutan yang amat sangat, sementara sang pria baya hanya mengangguk dan memeluk pemuda bermata cokelat tersebut. Detik berikutnya, empat pria muda tersebut jatuh dalam tangis. Tangis yang paling pilu semenjak mereka tergabung dalam sebuah keluarga
“They can’t wait anymore..” Aku hanya menatap kesal pada telepon genggamku, kemudian gantian memandang ayah.
“Well, well.. Let say Niall got a massive discount in Nandos and now he’s spending his time there. Very funny.” Ayah hanya menatapku pilu.
“Okay, love? Good luck. I love you.” Aku membaca kekhawatiran dan kesedihan mendalam di mata ayahku,
“Oh c’mon dad, just a little surgery. I’m not the first-timer.. Where’s mom, by the way?”
“Yeah not a huge surgery..” ayah berusaha keras menutupinya,
“Your mom is talking with the doctor.”
“Well done, well done..” Suara tim dokter berbisik di dalam ruangan operasi. Operasi selama beberapa belas jam telah berhasil ditaklukan, dan tak ada reaksi penolakan dari tubuhmu atas jantungku yang ‘baru’. Jantung Niall rupanya berfungsi. Sangat berfungsi dan cocok. Because.. He loves so much until the rest time of his life, perhaps?
-------Four days later.. --------
“Hey! You’re finally awake!” Aku merasa begitu lelah, tubuhmu kaku, tetapi aku tak pernah merasa sesehat ini sebelumnya. Suara husky Zayn menyadarkanku dengan cepat.
“Hello Zayn..” ujarku lirih, “Where’s Niall? Where’s my mom and dad? Where’s the other lads?” Zayn menggigit bibirnya kebiasaannya ketika ia panik dan nervous,
“Uh, emm.. The other lads are going to get their brunch. Your parents are talking to the doctor.”
“And Niall? Where’s that Irish bastard?” Kini Zayn mengacak rambutnya, makin panik,
“Uh, Niall.. He went to.. Mullingar! Yeah, he went to Mullingar yesterday..”
“WHAT? MULLINGAR? He promised me that he would be the first person I saw when I opened my eyes..” dan memberiku kejutan, tentu saja.
“Err.. I don’t know.. Really.” Tukas Zayn cepat, “Are you feeling great now?” Aku mengacuhkan Zayn dan meraih telepon genggamku untuk menghubungi Niall, tetapi ketika aku melihat tanggal dan hari yang tercantum, aku terperangah.
“Zayn! Today is Sunday!” “Yeah rite. Why?”
“God! I supposed to wake up at Thursday! I slept for 4 days! Something’s wrong here!” Zayn makin panik,
“Err.. Why did you ask me? I don’t know anything babe..” Kemudian pintu kamarku dibuka dan tiga sosok pemuda serta tiga perempuan menghambur ke arahmu, menghujaniku dengan pelukan. All the rest of the lads are here, except your lovely Nialler..
“Hello El, Perrie, Dani, Liam, Louis, Hazza..”
“Hi Alia! How are you?” Eleanor mengusap rambutku dengan senyum.
“I’m feeling so damn great and healthy..” jawabku pendek,
“Guys, where’s Niall? He went back to Mullingar? Is he kidding me?” Pertanyaanku dijawab dengan keheningan.
“Why did he left me and break his promise? He supposed to be here when I woke up! He said he had a surprise for me!” kalimatku berurut panjang, mengabsen kekecewaanku pada pria pirang yang ku cintai. Tak ada jawaban, hanya Danielle dan Eleanor yang keluar dari kamar tanpa permisi. Harry berdeham,
“Err.. Ehm, Al.. Niall was..” ucap Harry
“Sweetie?” Ucapan Harry dipotong oleh suara ibu dan ayah yang tiba-tiba memasuki kamarku.
“Tell me the truth.. Where’s Niall?” kekecewaan dan kekhawatiranku tak bisa disembunyikan,
“Mom, Dad.. Where’s Niall?” Ada jeda panjang yang diisi oleh keheningan. Ibumu mulai terisak. Aku mencium ada sesuatu yang tidak beres,
“Mom, why did I sleep for 4 days? It supposed to be only a day..”
“ listen to us.” Akhirnya ayah angkat bicara.
“Yeah I’m currently listening to you.”
“Niall isn’t here.” ucap Ayah
“I know, he’s in Mullingar. Isn’t he?” Ayah mengangguk,
“Yeah..” Semua tertunduk, kini giliran Perrie yang keluar kamar, menahan tangis. Aku heran, jelas sekali ada sesuatu yang salah di sini.
“Damn, what happened? Why all the girls cried?” tukasku. Kemudian ibumu menghampiriku, memelukmu erat sembari ayah memberikan penjelasan.
“His body is in Mullingar.. Lay down forever there..” Semakin tak mengerti, aku mulai histeris,
“WHAT?!”
“When Niall drove his car to back to this hospital, he had a car accident..” Aku terperanjat, merasa duniaku hancur saat itu juga.
“Then…” kalimatnya tertahan di tenggorokan,
“He’s dead..” Lagi, aku hanya terdiam. Tubuhku mendadak kaku, dan buliran-buliran air mata membasahi pipiku. Pikiranku kosong, seperti dirampas tiba-tiba. Aku tak bisa berpikir, berbicara, atau bahkan bergerak. Aku pasti hanya bermimpi.. Mungkin ini adalah salah satu dari rencana Niall untuk mengejutkanku.. Ya, pasti begitu.. Niall tak mungkin pergi meninggalkanku.. Apalagi untuk selamanya..
“And the nurses in the ambulance said..” ayah menarik nafas panjang, suaranya hanya menjadi sekilas bisikan,
“Niall last word was.. Commanded to gave you his heart..” Air mataku mengalir deras, sangat deras. Aku merasa seperti ada palu besar yang menghantamku tepat di dada. Sakit, sangat sangat sakit.
“You lie!” aku mulai menangis,
“Niall said.. He would never leave me.. He would always be with me..” kalimatmu mengalir pilu, “And you know? NIALL HORAN NEVER BREAKS HIS PROMISE!”
Ibu memelukku erat, begitu juga dengan Zayn, Liam, Harry dan Louis. Saat itu juga aku sadar kalau mereka tak berbohong. Louis tak bisa pura-pura menangis, begitu pula Zayn, Harry dan Liam. Tetapi kini aku melihat mereka pun menitikan air mata pilu. Aku berontak, berusaha menangis sejadi-jadinya dan memukul-mukul dadaku, berharap aku akan jatuh pingsan seperti biasanya jika kau merasa terlalu marah atau sedih. Tetapi semuanya nihil, jantung Niall dalam diriku bekerja terlalu baik.
“I DON’T NEED HIS HEART!! ALL I NEED IS HIM!” teriakku
“We know.. We know, Al.. We need him too..” suara Liam terdengar pecah,
“But that already happened..”
“BULLSHIT!! HE SAID HE WOULD BE HERE AND GAVE ME A SURPRISE!” aku berteriak, masih berharap kau akan jatuh pingsan dan terbangun dengan Niall berada di sisiku dengan lengannya yang memelukku erat seperti biasanya,
“I DON’T NEED A SURPRISE LIKE THIS HORAN!” aku tak pernah membayangkan akan kehilangan Nialler-ku, tak pernah sedetikpun. Yang aku takutkan selama ini adalah aku yang akan meninggalkannya karena penyakitku, bukan sebaliknya. Kini aku tak akan pernah lagi mendengar sebutan ‘Princess’ yang sangat aku sukai, atau menghabiskan waktu dengan bersandar pada dada bidangnya sembari bercerita tentang hari-hari yang kalian lewati.
“Nialler.. You’re a liar.. WHY DID YOU LEAVE ME? YOU’RE A FUCKIN BASTARD! ”
Aku begitu mencintai pemuda pirang Irlandia-ku. Aku menyukai caranya tertawa, menyukai kejutan-kejutan kecilnya, menyukai caranya menciumku atau caranya bermain dengan rambutku. Dia selalu bilang bahwa aku begitu wangi, itu sebabnya ia selalu memelukku. Aku masih ingat saat terakhir aku bertemu dengan Niall-mu, bagaimana ia memelukku, bagaimana ia mengecupku, bagaimana ia memanggilku princess, dan bagaimana caranya berkata kalau dia mencintaiku. Ayah kemudian menghampiriku, dengan matanya yang mulai berkaca-kaca, ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
“They found this in Niall’s pocket..” ayah meletakannya di telapak tanganku yang gemetar hebat,
“I guess.. That’s the surprise.. I’m so sorry sweetie..” Aku menggenggamnya dan kemudian dengan tanganmu yang lemah dan gemetar aku membukanya.
Adalah sebuah cincin perak dengan berlian berwarna kebiru-biruan yang berkilau indah---mengingatkanku pada warna mata Niall-ku, mata yang membuatku tak pernah bisa melupakannya sejak pertama bertemu. Di dalamnya terukir halus sebuah frasa sederhana---membuat tangisku semakin pecah.Nialler you're my super hero ,,thank you for your heart ,,I will safe it ,, Love you always Niall :*
THE END ---------
Selamat datang para jones yang haus akan cerita baper ^^
Mar 3, 2014
Opening Kuroko No Basket Download Mp3 plus Lyric
Udah lama banget gak posting tentang lagu dan lirik lagu :D Biasanya gue bakal nulis lirik lagu barat plus artinya (walaupun asal asalan sih hehe) sekarang gue bakal ngeposting lagunya Granrodeo, buat para J-POP atau Kurobas lover pastinya lagu lagu Granrodeo ini udah gak asing lagi dong. Nah ini dia Kumpulan Opening Kuroko No Basket kesukaan gue, Check This Out :D
Granrodeo: Rimfire Download Disini :)
Title: Rimfire
Artist: Granrodeo
Year: 2012
-----------------------------------------
Let’s Fly Now
Let’s Try Now
Let’s Fly Now
Get on My String
Let’s Try Now
This is My String
Let’s Fly Now
Get on My String
Let’s Try Now
Now
Mune odoru SUTEEJI e
kakeagaru domannaka de
Kagiri naku rinkaiten toppa
misete yo
Yume tashinamu REJENDO
Everybody wa no naka de
Mayoi naku mirai e no JUMP
Ochiburetenai to ochiburete kara
iu yatsu bakka
Kishikaisei nerau michinori
kowaku naku wa nai ga
Koeteku kabe na no ni tsuukaten na no ni
fusaideru nara
Hitori ja nai jikaku wo
Todoke
We have to make a RIMFIRE
Awasero power no naka no mind
Iiwake iran zo
Gotta dream
genkai to war
Tachihadakaru no wa
rikai shisugita joushiki to
kodoku no maibotsu
Let’s Fly Now
Get on My String
Let’s Try Now
This is My String
Let’s Fly Now
Hello gachi de mau ze
Hand Time
Yowai soul wa rest in peace
You know?
I can’t stop de ittemau zo
Waren bakari no applaud, more!
Tama no yaruki mo DISUKAUNTO
darashiene my MOCHIBEESHON
Monjuu no chie mo akuma no you ni
Takitsukerarete kara
youyaku kao wo dashita
toukasen datte
Fukidasu honoo no naka de bibitte
douka sento ikan ga
Ware saki ni idome
kasabaru ito e
te wo nobashite
Hitotsu ni naru kesshin wo
Kowase
We have to turn clock back
Te mo ashi mo denai no?
how low?
Kibaku shika nai zo
Fly high
isshindoutai
Michi naru sekai wa
egakihajimeta risou e to
kyou ni saraba
Todoke
We have to make a RIMFIRE
Gotta dream
genkai to war
Kowase
We have to turn clock back
Nokoru dangan no
kazu wa aru zo hanate!
Todoke
We have to make a RIMFIRE
Awasero power no naka no mind
Iiwake iran zo
Gotta dream
genkai to war
Tachihadakaru no wa
rikai shisugita joushiki sa
Todoke
We have to goin’ this way
We have to doin’ now
Kowase
We have to goin’ this way
fly into the future world
Hanate
We have to goin’ this way
We have to doin’ now
Michi naru sekai wa
egakihajimeta risou e to
Mukau saki ni wa
dakishimete
ranbu suru RIMFIRE
Get on My String
Let’s Try Now
This is My String
Let’s Fly Now
Get on My String
Let’s Try Now
Get on My String
RIMFIRE
-----------------------------------------
Granrodeo: Hengen Jizai No Magical Star : Download disini :)
shōdō ga atte usoppachi ni idonde
boku to kimi to ga shujinkō no Love song
dondon iki mashou
tsuyoki de semeraretanda
nakama nai no waraibanashi de wa
monmon toshitenda ze
jibun no heya itsu datte
honto wa yowaki na peach mind
ki no aru soburi ka tada no omoikomi ka
bare te n da ano musume ni wa
ganbare otokonoko
kono mama ja sanjuugo renpai kimi dake no boku wa Go to guy
hengen jizai no majikarusutā
idai naru manneri datte ii janai
itomero ao sa o mada michi nu kokoro nara ba
zenbu ageru ze kimi ni chikau
Dum Dum hibiiteru
sore ppoi koto o narabete
kyōkan shi te morau aidentiti
Midnight radio DJ wa kō itta ze
hatsukoi minna oboe te n daro
amai daishi wa jiko manzoku gimi de
kokoro no yawara i bubun mise te yo onnanoko
boku wa mada seiippai nanda da kara isoi de shimau kedo
teaka de yogoshi taku wa nai masshiro na kono seishun wa
aishichatta n da arietai futari
tsutaetai nara ima de iin janai
oshiete okureyojirasu dake no kyūpiddo
boku wa utau ze kimi no tame
shinjitsu wa zankoku uso wa yasashii
yasashi sa wa uso kamo shirenai ga
shōdō ga atte usoppachi ni idonde
futari no Love song
hengen jizai no majikarusutā
idai naru manneri datte ii janai
itomero ao sa o
mada michi nu koi naraba
zenbu ageruze
boku wa utauze
kimi ni chikau
--------------------
Granrodeo: Can Do
Feb 9, 2014
Kita sama tapi beda
Jadi jomblo itu emang gak enak ya, kata temen temen gue yang udah pada pacaran sih bilangnya mereka enak, tapi apaan?
Kata mereka;
1. Jomblo itu bisa deketin siapa aja tanpa ada yang ngelarang
2. Gak ada yang ngatur ngatur kehidupan kita
3. Malem minggu terserah kita mau kemana aja
4. Gak ada lagi yang cemburuan
dsb.
Tapi, menurut gue beda banget
1. Gue udah terbiasa deket sama satu cowok, jadi gue ga bisa deketin siapa siapa lagi. Emang gue cewek apaan =,=
2. Ngatur? Gue udah terbiasa diatur dan gue suka itu :(
3. Bisa kemana aja? maksut lo berdiam diri dikamar terus didepan lepi gitu, joneeess:(
4. Gue, kangen banget dicemburuin, cemburu itu tanda sayang kan ? :')
Story dikit :D
Pulang sekolah tadi gue lagi nunggu angkot, tau tau dia berhenti gitu aja didepan gue.
"al, nunggu angkot ya?"
"iyaa, kenapa?"
"sama gue aja yuk"
"ah gak enak gue masa nebeng lo terus"
"udah gak papa, lagian ini kan tanda cinta gue ke lo"
Argh lagi lagi modus.
"kagak kok hehe, udah ayok cepetan"
"yaudah deh"
Akhirnya gue duduk menyamping dimotornya, soalnya gue gak pake kaos kaki panjang, kan gue pake kerudung masa betis gue keliatan. Kan gak lucu, hehe
Jadi gue boncengan sambil megangin jaketnya.
Entah sengaja atau enggak, dia itu usil banget, sampe sampe gue mau jatuh dari motor karna dia ngebut ngebutan.
Sampe dirumah
"makasih yah"
"iya"
Gue masuk kerumah, gue liat dia masih ada didepan rumah gue. Eh ada sms, ternyata dari dia.
'lo cepetan ganti baju, gue tungguin'
Hah? serius nih?
Tanpa bales pesannya dia, gue langsung ganti baju, andalan gue pake tshirt sama jeans doang hehe dan gue keluar nemuin dia.
Dari jauh dia ngeliatin gue terus dari atas ampe bawah, emang ada yang aneh ya? Apa gue salah pake baju? Resleting jeans gue udah naik kan? wah kenapa dia? Apa baru pertama kali ya liat gue gak pake kerudung.
"lo mau ngajak gue kemana?" tanya gue
"yaa, gue mau ngajak lo main aja ditaman"
"ah males gue, gak usah aja deh"
"yaudah kita ke mcd"
"tapi gue lagi gak laper"
"yaa duduk aja disana"
"yaelah bosenin"
"ng..... gue tau, gue bawa laptop, lo boleh download apa aja yang lo mau"
"hah? bener? YUKK"
tanpa basa basi gue langsung ayok aja ya, wkwk. Terkesan gampangan setelah boleh dipinjemin laptop, yaa maklum lah, laptop gue udah dijual jadi gue gak bisa lagi deh nonton anime atau film dengan leluasa.
Sampe di mcd, dia ngantri pesen makanan sedangkan gue udah asik download, gilaa cepet banget modemnya dia, kalo pake wifi mcd kelamaan sih hehhee, modemnya speedy, pantes aja dia kan orang kaya, gue pernah diajak kerumahnya sekali, buseeetdahhh rumahnya udah kaya rumah barbie, gede banget.
Akhirnya manusia itu dateng bawain kentang, sama burger.
"lo lagi download apa?" tanya dia
"anime, udah lama kok"
"short anime?"
"iya cuma 26 episode"
"ohh.. sebentar dong kalo gitu downloadnya"
"iya, modem lo cepet banget sih"
"ya gitu deh, gue aja ampe bosen mau download apalagi"
"enak banget jadi lo ya, ckckck" gue naro laptop dari pangkuan gue keatas meja, terus langsung nyomot kentang goreng.
"kalo sebentar downloadnya, abis ini kita jalan lagi yuk"
"ahelah males gue"
"ng.... lo tau film Killers?"
"ya ya ya ! gue tau! itu film jepang indonesia kan! Pemainnya ada yang dari merantau film sama the raid! pasti keren banget" kata gue panjang lebar, emang! Karena gue pengen banget nonton itu!
"lo tau tanggal mainnya?"
"tau lah! tanggal 6 febuari kan kalo gak salah tayangnya, wah gue gak sabar nih nunggu bluray nya"
"kenapa harus download bajakan?"
"ha? ya masa nonton langsung?"
"sekarang tanggal 6 kan, berati udah ada di bioskop, yuk"
"yuk? maksut lo, lo ngajak gue nonton?"
"iyalah, lo pengen nonton itu kan?"
Aduhh gimana ya, nonton sama dia? Biasanya kan kita nonton rame-rame sama temen temen. Masa gue cuma berdua sama dia?
"gimana mau gak nonton?"
Kalo berdua doang, gue takut, apalagi bioskop kan tempatnya gelap, nanti dia ngapa ngapain gue gimana?
"tenang aja kali, kita kan cuma temen, jadi nonton karena sebatas teman"
hah? dia tau isi pikiran gue?
"ayok, lo mau kan? gue bayarin deh"
Dia udah baik banget sama gue, ng... why not ?
Akhirnya setelah selesai download, dan makanan kita udah abis, kita langsung ke XXI dan ngantri beli tiket, oke bukan kita, tapi dia aja, sedangkan gue, masih asik duduk didepan studio sambil main laptop. Dan beberapa lama kemudian dia dateng sambil bawa pop corn caramel, wow! kesukaan gue!!
"kok lo tau sih gue suka yang ini?!" kata gue sambil ngeraih pop corn yang ada ditangannya.
"eitss, ini buat nyemil sambil nonton" kata dia sambil ngejauhin pop corn dari tangan gue, arghh
"lo kira gue gak tau kebiasaan lo kalo nonton?" kata dia
"kebiasaan gue?"
"setiap nonton sama temen temen, lo kan selalu beli pop corn ini ya kan? sampe waktu itu pernah ngutang ke gue"
"ooo iyaaaa, gue belom bayar ke lo, ini ini gue bayar deh mumpung lagi ada duit"
"gak gak gak usah, itu buat lo aja gue rela"
"tapi kan utang harus dibayar.. nanti gue ditagih di akhirat.. pokoknya gue bayar"
"gak usah oke"
"ngg... iya deh enggak, eh ngomong ngomong ini udah jam 3 belom?"
"belum kok"
"astafirulah, pantes ada yang lupa"
"kenapa?! ada yang ketinggalan di mcd?"
"bukan"
"terus apaan"
"gue lupa belum solat, aduh, mushola dimana ya? gue solat dulu ya, lo udah solat?" gue langsung berdiri nyari mushola
"ng..."
"solat? ayok bareng gue aja, biarin telat masuk juga" kata gue buru buru
"sorry, gue bukan muslim al" kata dia dengan polosnya sambil nyengir nyebelin.
"upsss, eh..."
Kampret, gue lupa! Dia kan kristen!
"yaudah lo solat aja dulu, gue nungguin lo disini kok"
"oh.. iya iya sorry ya"
taiii banget, tai tai tai!
Kenapa gue bisa lupa sama agamanya dia, gue malah ngajak dia solat lagi.
Bego bego begooooooo
Selesai solat, gue sama dia langsung masuk, ternyata filmya belum mulai kok, alhamdulillah,.... tapii gue jadi salting sama dia, abis gue salah sih bego banget gue argh!
Udah dapet tempat duduknya, kita diem-dieman didalem bioskop. Tiba tiba dia ngeliatin gue terus, argh... walaupun mata gue liat ke layar, tetep aja gue bisa tau kalo dia lagi ngeliatin gue.
"Al, lo manis juga kalo lagi gak pake kerudung"
"ih, kok lo ngomong gitu?"
"yaa, gue jujur aja, lagian kenapa sih lo pake kerudung? padahal lo dulu waktu kelas 2 kan gak pake kerudung"
"ya karna dulu gue belum kepikiran pengen pake kerudung, baru sekarang2 ini aja gue pengen belajar pake kerudung. Emang gue gak pantes ya pake kerudung?"
"pantes sih, tapi menurut gue lo lebih cantik kalo kayak gini, rambut lo yang dikuncir terus poni lo yang ketebelan" kata dia sambil niupin poni gue.
"argh, kampret lo" poni gue yang kebuka langsung gue rapiin lagi
"hehehe jadi lo pake kerudung karena pengen belajar aja?"
"ng... ya enggak sih, sebenernya gue ada janji sama"
"sama siapa?"
"iya sama mantan gue,jadi gini kalo dia berhasil gak ngerokok lagi, gue bakal pake kerudung ke sekolah"
Dia diem, gue lebih diem lagi. Gue jadi keinget janji janji itu dulu yang kini udah jadi kenangan.
"kan lo sama dia udah jadi mantan, janji itu udah gak berlaku lagi dong, dan palingan dia sekarang lagi ngerokok, kan?"
"ya emang sih.."
"kenapa lo gak ngelepas kerudung aja?"
hah? itu.. pertanyaan jleb banget
"apa karna lo masih sayang sama dia, jadi lo ga mau ngelepas kerudung lo?"
argh, gue harus jawab apa?
Lampu didalam studio mulai meredup, gue gak jawab pertanyaan dia.
"ng.. udah nonton aja deh ya hehe" kata gue mencoba mengalihkan pembicaraan.
"oke okee, tapi gue jujur al"
"iya kenapa?"
"lo cantik banget kalo gak pake kerudung, gue bisa lebih liat lo, oke maksut gue liat wajah lo, lo manis banget Alia"
dan kata kata itu membuat gue terbang sesaat, tapi.. sorry le. gue gak cinta sama lo.
Film baru setengah jalan, dan dia genggam tangan gue, tangan yang berkeringat itu menggenggam erat tangan gue, argh! Gue lepas pelan pelan.
"lo ngapain megang megang gue?"
"eh sorry tadi itu tangan lo?"
"bukan, ini bukan tangan gue! tapi lobak! pake nanya lagi"
Beberapa saat kita saling terdiam, gue memikirkan apa dan dia memikirkan apa, tidak fokus pada Film yang diputar. Dan dia kembali menoleh kearah gue
"al.."
Gue noleh,
jarak antar muka kita saling berdekatan, dan gelap, hanya terlihat cahaya samar samar dari layar yang menerangi sebagian wajahnya.
"kenapa?"
Dia nunduk, terus melihat mata gue. Arghh, gue kayak kehipnotis, dia dan matanya.. sumpah melting gue, ganteng bangett ini bule, busetdah! Gak cocok jalan sama gue terlalu perfect!
"lo kenapa sih, gak mau nerima cinta gue?"
....
"kenapa al?" tanya dia lagi
...
"apa gue kurang perfect dimata lo? gue kurang tajir atau gimana? atau.. lo gak suka sama motor gue? gue bukan tipe lo?"
....
"gue kasih tau 2 hal buat lo ya, yang pertama gue gak cinta sama lo, dan yang kedua"
"gue gak nilai cowok dari motornya, lo kira gue pengen pacaran sama MOTORnya apa?!" lanjut gue, agak kesel sih diginiin, tapi gue gakpernah, sama sekali gak pernah pacaran liat dari motor seseorang.
"tapi kan kebanyakan cewek cewek yang gue deketin gitu, mereka mau sama gue karna motor gue"
"ya kenapa lo gak jadian aja sama mereka?"
"gue gak ada feeling apa apa sama mereka"
"sama kaya gue, gak ada feeling ke lo"
Kita berdua saling terdiam, gue duduk agak ngejauh dari dia.
"dan satu lagi ya, jangan anggep semua cewek itu sama! Inget, lo masih punya nyokap lo, dan apa lo mau nyokap lo disamain sama wanita wanita yang udah pernah deketin lo?"
"ya enggak lah al, gak gitu maksut gue"
Gue sama dia kembali terdiam dan
"Apa karna kita beda agama?" tanya dia
.
.
.
Gue belum pernah sama sekali pacaran sama orang yang beda agama,
tapi kalo dipikir pikir, apa kita gak pernah jadian karena kita beda agama?
Ini beberapa foto gue sama adek gue waktu di madiun :D
Adek gue ganteng kan~~ hehehe
Liat deh denim-nya, heheh iya itu denim gue dipake sama adek gue, cocok kan tetep ganteng dia hehe :D
Gue dilema...
Kenapa gue gak paccaran sama dia aja ya?
Apa yang gue tunggu?
Arlan?
Atau.. temen smp gue dulu yang sekarang dateng lagi ke kehidupan gue?
Apa yang gue tunggu?
Kata mereka;
1. Jomblo itu bisa deketin siapa aja tanpa ada yang ngelarang
2. Gak ada yang ngatur ngatur kehidupan kita
3. Malem minggu terserah kita mau kemana aja
4. Gak ada lagi yang cemburuan
dsb.
Tapi, menurut gue beda banget
1. Gue udah terbiasa deket sama satu cowok, jadi gue ga bisa deketin siapa siapa lagi. Emang gue cewek apaan =,=
2. Ngatur? Gue udah terbiasa diatur dan gue suka itu :(
3. Bisa kemana aja? maksut lo berdiam diri dikamar terus didepan lepi gitu, joneeess:(
4. Gue, kangen banget dicemburuin, cemburu itu tanda sayang kan ? :')
Story dikit :D
Pulang sekolah tadi gue lagi nunggu angkot, tau tau dia berhenti gitu aja didepan gue.
"al, nunggu angkot ya?"
"iyaa, kenapa?"
"sama gue aja yuk"
"ah gak enak gue masa nebeng lo terus"
"udah gak papa, lagian ini kan tanda cinta gue ke lo"
Argh lagi lagi modus.
"kagak kok hehe, udah ayok cepetan"
"yaudah deh"
Akhirnya gue duduk menyamping dimotornya, soalnya gue gak pake kaos kaki panjang, kan gue pake kerudung masa betis gue keliatan. Kan gak lucu, hehe
Jadi gue boncengan sambil megangin jaketnya.
Entah sengaja atau enggak, dia itu usil banget, sampe sampe gue mau jatuh dari motor karna dia ngebut ngebutan.
Sampe dirumah
"makasih yah"
"iya"
Gue masuk kerumah, gue liat dia masih ada didepan rumah gue. Eh ada sms, ternyata dari dia.
'lo cepetan ganti baju, gue tungguin'
Hah? serius nih?
Tanpa bales pesannya dia, gue langsung ganti baju, andalan gue pake tshirt sama jeans doang hehe dan gue keluar nemuin dia.
Dari jauh dia ngeliatin gue terus dari atas ampe bawah, emang ada yang aneh ya? Apa gue salah pake baju? Resleting jeans gue udah naik kan? wah kenapa dia? Apa baru pertama kali ya liat gue gak pake kerudung.
"lo mau ngajak gue kemana?" tanya gue
"yaa, gue mau ngajak lo main aja ditaman"
"ah males gue, gak usah aja deh"
"yaudah kita ke mcd"
"tapi gue lagi gak laper"
"yaa duduk aja disana"
"yaelah bosenin"
"ng..... gue tau, gue bawa laptop, lo boleh download apa aja yang lo mau"
"hah? bener? YUKK"
tanpa basa basi gue langsung ayok aja ya, wkwk. Terkesan gampangan setelah boleh dipinjemin laptop, yaa maklum lah, laptop gue udah dijual jadi gue gak bisa lagi deh nonton anime atau film dengan leluasa.
Sampe di mcd, dia ngantri pesen makanan sedangkan gue udah asik download, gilaa cepet banget modemnya dia, kalo pake wifi mcd kelamaan sih hehhee, modemnya speedy, pantes aja dia kan orang kaya, gue pernah diajak kerumahnya sekali, buseeetdahhh rumahnya udah kaya rumah barbie, gede banget.
Akhirnya manusia itu dateng bawain kentang, sama burger.
"lo lagi download apa?" tanya dia
"anime, udah lama kok"
"short anime?"
"iya cuma 26 episode"
"ohh.. sebentar dong kalo gitu downloadnya"
"iya, modem lo cepet banget sih"
"ya gitu deh, gue aja ampe bosen mau download apalagi"
"enak banget jadi lo ya, ckckck" gue naro laptop dari pangkuan gue keatas meja, terus langsung nyomot kentang goreng.
"kalo sebentar downloadnya, abis ini kita jalan lagi yuk"
"ahelah males gue"
"ng.... lo tau film Killers?"
"ya ya ya ! gue tau! itu film jepang indonesia kan! Pemainnya ada yang dari merantau film sama the raid! pasti keren banget" kata gue panjang lebar, emang! Karena gue pengen banget nonton itu!
"lo tau tanggal mainnya?"
"tau lah! tanggal 6 febuari kan kalo gak salah tayangnya, wah gue gak sabar nih nunggu bluray nya"
"kenapa harus download bajakan?"
"ha? ya masa nonton langsung?"
"sekarang tanggal 6 kan, berati udah ada di bioskop, yuk"
"yuk? maksut lo, lo ngajak gue nonton?"
"iyalah, lo pengen nonton itu kan?"
Aduhh gimana ya, nonton sama dia? Biasanya kan kita nonton rame-rame sama temen temen. Masa gue cuma berdua sama dia?
"gimana mau gak nonton?"
Kalo berdua doang, gue takut, apalagi bioskop kan tempatnya gelap, nanti dia ngapa ngapain gue gimana?
"tenang aja kali, kita kan cuma temen, jadi nonton karena sebatas teman"
hah? dia tau isi pikiran gue?
"ayok, lo mau kan? gue bayarin deh"
Dia udah baik banget sama gue, ng... why not ?
Akhirnya setelah selesai download, dan makanan kita udah abis, kita langsung ke XXI dan ngantri beli tiket, oke bukan kita, tapi dia aja, sedangkan gue, masih asik duduk didepan studio sambil main laptop. Dan beberapa lama kemudian dia dateng sambil bawa pop corn caramel, wow! kesukaan gue!!
"kok lo tau sih gue suka yang ini?!" kata gue sambil ngeraih pop corn yang ada ditangannya.
"eitss, ini buat nyemil sambil nonton" kata dia sambil ngejauhin pop corn dari tangan gue, arghh
"lo kira gue gak tau kebiasaan lo kalo nonton?" kata dia
"kebiasaan gue?"
"setiap nonton sama temen temen, lo kan selalu beli pop corn ini ya kan? sampe waktu itu pernah ngutang ke gue"
"ooo iyaaaa, gue belom bayar ke lo, ini ini gue bayar deh mumpung lagi ada duit"
"gak gak gak usah, itu buat lo aja gue rela"
"tapi kan utang harus dibayar.. nanti gue ditagih di akhirat.. pokoknya gue bayar"
"gak usah oke"
"ngg... iya deh enggak, eh ngomong ngomong ini udah jam 3 belom?"
"belum kok"
"astafirulah, pantes ada yang lupa"
"kenapa?! ada yang ketinggalan di mcd?"
"bukan"
"terus apaan"
"gue lupa belum solat, aduh, mushola dimana ya? gue solat dulu ya, lo udah solat?" gue langsung berdiri nyari mushola
"ng..."
"solat? ayok bareng gue aja, biarin telat masuk juga" kata gue buru buru
"sorry, gue bukan muslim al" kata dia dengan polosnya sambil nyengir nyebelin.
"upsss, eh..."
Kampret, gue lupa! Dia kan kristen!
"yaudah lo solat aja dulu, gue nungguin lo disini kok"
"oh.. iya iya sorry ya"
taiii banget, tai tai tai!
Kenapa gue bisa lupa sama agamanya dia, gue malah ngajak dia solat lagi.
Bego bego begooooooo
Selesai solat, gue sama dia langsung masuk, ternyata filmya belum mulai kok, alhamdulillah,.... tapii gue jadi salting sama dia, abis gue salah sih bego banget gue argh!
Udah dapet tempat duduknya, kita diem-dieman didalem bioskop. Tiba tiba dia ngeliatin gue terus, argh... walaupun mata gue liat ke layar, tetep aja gue bisa tau kalo dia lagi ngeliatin gue.
"Al, lo manis juga kalo lagi gak pake kerudung"
"ih, kok lo ngomong gitu?"
"yaa, gue jujur aja, lagian kenapa sih lo pake kerudung? padahal lo dulu waktu kelas 2 kan gak pake kerudung"
"ya karna dulu gue belum kepikiran pengen pake kerudung, baru sekarang2 ini aja gue pengen belajar pake kerudung. Emang gue gak pantes ya pake kerudung?"
"pantes sih, tapi menurut gue lo lebih cantik kalo kayak gini, rambut lo yang dikuncir terus poni lo yang ketebelan" kata dia sambil niupin poni gue.
"argh, kampret lo" poni gue yang kebuka langsung gue rapiin lagi
"hehehe jadi lo pake kerudung karena pengen belajar aja?"
"ng... ya enggak sih, sebenernya gue ada janji sama"
"sama siapa?"
"iya sama mantan gue,jadi gini kalo dia berhasil gak ngerokok lagi, gue bakal pake kerudung ke sekolah"
Dia diem, gue lebih diem lagi. Gue jadi keinget janji janji itu dulu yang kini udah jadi kenangan.
"kan lo sama dia udah jadi mantan, janji itu udah gak berlaku lagi dong, dan palingan dia sekarang lagi ngerokok, kan?"
"ya emang sih.."
"kenapa lo gak ngelepas kerudung aja?"
hah? itu.. pertanyaan jleb banget
"apa karna lo masih sayang sama dia, jadi lo ga mau ngelepas kerudung lo?"
argh, gue harus jawab apa?
Lampu didalam studio mulai meredup, gue gak jawab pertanyaan dia.
"ng.. udah nonton aja deh ya hehe" kata gue mencoba mengalihkan pembicaraan.
"oke okee, tapi gue jujur al"
"iya kenapa?"
"lo cantik banget kalo gak pake kerudung, gue bisa lebih liat lo, oke maksut gue liat wajah lo, lo manis banget Alia"
dan kata kata itu membuat gue terbang sesaat, tapi.. sorry le. gue gak cinta sama lo.
Film baru setengah jalan, dan dia genggam tangan gue, tangan yang berkeringat itu menggenggam erat tangan gue, argh! Gue lepas pelan pelan.
"lo ngapain megang megang gue?"
"eh sorry tadi itu tangan lo?"
"bukan, ini bukan tangan gue! tapi lobak! pake nanya lagi"
Beberapa saat kita saling terdiam, gue memikirkan apa dan dia memikirkan apa, tidak fokus pada Film yang diputar. Dan dia kembali menoleh kearah gue
"al.."
Gue noleh,
jarak antar muka kita saling berdekatan, dan gelap, hanya terlihat cahaya samar samar dari layar yang menerangi sebagian wajahnya.
"kenapa?"
Dia nunduk, terus melihat mata gue. Arghh, gue kayak kehipnotis, dia dan matanya.. sumpah melting gue, ganteng bangett ini bule, busetdah! Gak cocok jalan sama gue terlalu perfect!
"lo kenapa sih, gak mau nerima cinta gue?"
....
"kenapa al?" tanya dia lagi
...
"apa gue kurang perfect dimata lo? gue kurang tajir atau gimana? atau.. lo gak suka sama motor gue? gue bukan tipe lo?"
....
"gue kasih tau 2 hal buat lo ya, yang pertama gue gak cinta sama lo, dan yang kedua"
"gue gak nilai cowok dari motornya, lo kira gue pengen pacaran sama MOTORnya apa?!" lanjut gue, agak kesel sih diginiin, tapi gue gakpernah, sama sekali gak pernah pacaran liat dari motor seseorang.
"tapi kan kebanyakan cewek cewek yang gue deketin gitu, mereka mau sama gue karna motor gue"
"ya kenapa lo gak jadian aja sama mereka?"
"gue gak ada feeling apa apa sama mereka"
"sama kaya gue, gak ada feeling ke lo"
Kita berdua saling terdiam, gue duduk agak ngejauh dari dia.
"dan satu lagi ya, jangan anggep semua cewek itu sama! Inget, lo masih punya nyokap lo, dan apa lo mau nyokap lo disamain sama wanita wanita yang udah pernah deketin lo?"
"ya enggak lah al, gak gitu maksut gue"
Gue sama dia kembali terdiam dan
"Apa karna kita beda agama?" tanya dia
.
.
.
Gue belum pernah sama sekali pacaran sama orang yang beda agama,
tapi kalo dipikir pikir, apa kita gak pernah jadian karena kita beda agama?
Ini beberapa foto gue sama adek gue waktu di madiun :D
Adek gue ganteng kan~~ hehehe
Liat deh denim-nya, heheh iya itu denim gue dipake sama adek gue, cocok kan tetep ganteng dia hehe :D
Gue dilema...
Kenapa gue gak paccaran sama dia aja ya?
Apa yang gue tunggu?
Arlan?
Atau.. temen smp gue dulu yang sekarang dateng lagi ke kehidupan gue?
Apa yang gue tunggu?
Feb 2, 2014
Dream
Haiii minna ^^
Gue lagi dilanda kegalauan nih, tadi pagi sebenernya gue pengen curhat, tapi gak jadi
soalnya gue musti packing balik ke semarang.
Jadinya malem ini baru sempet buka lepi deh
Btw, semaleman gue gak bisa tidur, makanya gue abisin waktu didepan lepi sambil donlot anime hehe, lumayan lah pake kuota malem. Nah gue tidur itu pagi-pagi sekitar jam 5an, terus bangunnya jam 7an, gilaa gue tidur cuma 2 jam, pantes aja kantong mata gue makin item item kaya gini.
Mungkin gara gara kebanyakan nonton film gue jadi mimpi yang romantis, tapi sad ending..
Gue pengen banget cerita mimpi gue ini ke dia, tapi kayaknya dia lagi sakit, atauu gak bisa diganggu, gue aja ngetext dia gak dibales bales, oke it's okeeee gue gak papa kalo bahasa gaul jawanya sekarang sih 'aku rapopo' wkwkwk
Gue cerita yaa soal mimpi gue:
Gue sama dia dikelas itu berantem mulu kerjaannya, gak ada sehari aja kita baikan atau damai gitu. Gue sama dia lg berantem, dia mulai duluan grgr nyubit pipi gue, gue mau narik rambutnya eh dia udah kabur, yaudah gue kejar, dilorong sekolah gue sama dia kejar kejaran (sumpah beneran! mimpinya kayak film india gitu ya wkwk) Gue jatoh kesandung kaki gue sendiri (pura-pura)
"aduhh sumpah sakit bgt kaki gue, arghhh" teriak gue sambil megangin kaki gue
"aduuuhhhh" kata gue lagi.
Dia yang larinya udah ampe ujung sono nengok ke gue, akhirnya nyamperin gue dengan muka panik
"lo kenapa? jatoh ya?"
"kagak, gue beranak! ya gue jatoh lah!"
Dia bantuin gue bangun, dan gue pura pura sakit didepan dia, ish sumpah (beneran , asli) mukanya kalo lg panik lucu banget! Gue sama dia udah berdiri, gue jambak rambut dia terus gue dorong ampe jatoh, lari deh gue.
"hahaha, rasain lo!"
"sialan lo tembem!" kata dia sambil lari ngejar gue.
Pas lagi asik asiknya bercanda dikelas, tau tau dia ngerangkul gue, sempet dia senyum senyum lihatin muka gue, kampret!! Gue salting lah, mungkin muka gue sekarang udah kayak udang direbus, temen sekelas pada noleh kearah gue sama dia.
"apaan sih?!!"
kata gue
Tapi dia kaga mau lepas, akhirnya gue lepas paksa, gue tonjok perutnya (btw gue pernah loh nonjokin perut cowok, dulu waktu kecil hehe) Entah tonjokan gue saking kencengnya dia ampe batuk batuk, terus tau tau badannya jatoh ke gue.
"wah parah lo al"
"pingsan tuh anak orang"
Anak anak pada ngerumunin gue sama dia, dia pingsan? apa cuma pura pura? sumpah gue panik banget, dan gue baru inget! Dia kan cowok letoy, cowok lemah, cowok nyebelin! Jangan jangan dia pingsan, atauuu mati?!
Gue pegang pegang tuh mukanya, gue melek melekin matanya yang lagi merem, idungnya gue pencet pencet biar keabisan nafas (goblokkkk) tetep aja dia gak mau bangun, gue musti gimana ini?!!
Disaat gue lagi panik paniknya, gue malah kepikiran pengen gampar mukanya ampe dia sadar lagi (atau malah tambah parah) guru dateng, mau bawa dia ke UKS, ehhh ternyata dia bangun sambil senyum senyum.
"apaan nih ada apa ngumpul ngumpul?"
"lo pura pura ?!!!!" teriak gue didepan mukanya. Dia malah nyengir.
Arghhh sebel bgt, anak anak pada bubar, guru akhirnya negor dia, haha mampus
dan gue juga kena tegor, kampret.
Dilain hari
hubungan gue sama dia gak berubah, tetep saling ngeledek, debat dan berantem, sampai pada akhirnya, gue ngerasa sikapnya dia akhir akhir ini ke gue mulai berubah, doi mulai diem dieman sama gue, dan ini tanda tanya besar buat gue.
Sampai pada suatu hari
"bem, jalan yuk"
"jalan? ini gue lagi jalan" *emang keadaannya gue lagi dijalan menuju kelas, eh ketemu dia*
"bukan itu tembem, kita jalan kemana kek"
"mau ngapain?"
"yaa ada deh hehe"
Kata dia sambil lari ke kelas, dasar gaje nih anak, nyengir nyengir lagi, dasar ketek.
Akhirnya gue sama dia jalan jalan gak jelas sambil diem dieman, gue bingung banget, nih anak kenapa? lagi sariawan apa puasa? Tapi tadi dia nawarin nasi goreng, berati lagi sariawan ya.. Karna saking bingungnya, gue buka mulut (mangap dong) nanya ke dia
"lo kenapa sih? aneh banget"
"hah aneh gimana?"
"ya aneh, akhir akhir ini lo sering banget diemin gue, lo kenapa?"
"masa sih? perasaan lo aja kali"
Akhirnya giliran gue yang diem, ah.. iya mungkin perasaan gue aja.
"sebenernya gue sayang sama lo bem" kata dia, asal nyeplos aja.
"hah?"
"kok hah sih? gue suka sama lo, jadian yuk"
"tai banget lo, gak lucu bercanda lo"
"apanya yang bercanda sih? gue serius"
"kalo bercanda lagi gue tonjok nih perut lo"
"nih nih tonjok aja" kata dia sambil nonjolin perutnya
"biar nanti lo nonjok gue, terus gue pingsan, terus terus jatoh deh ke pelukan lo" kata dia sambil nyender nyender gitu ke gue.
"dih apaan sih lo?!" gue jauhin palanya dari bahu gue.
"gue serius al, lo mau gak jadi cewek gue"
"gak"
"yess! kita jadian!" kata dia sambil masang wajah; horeeeee. gitu
"gue bilang kagak"
"hah?"
hening beberapa saat
"gue gak salah denger?"
"iyalah, lo kan musuh gue, orang yang paling nyebelin disekolahan yg pernah gue kenal! Ever!!"
"lo serius!"
"serius lah!"
"tapi gue suka sama lo"
"mana ada perasaan benci bisa berubah jadi suka?! ga usah main main deh, udah ah gue mau pulang."
Gue pergi gitu aja ninggalin dia.
Besok besoknya, gue sama dia kembali diem dieman, dan sumpah ya hidup tuh rasanya damaaiiii banget tanpa ada kejahilan dia, rasanya aman damai dan tentram, gue merasa semerdeka dulu sekarang!
Tapi ternyata perasaan tenang gue itu gak bertahan lama, lama kelamaan gue merasa bosen, gue merasa kangen sama kejahilannya, dan gue kangen sama dia, dan gue terlalu gengsi untuk bilang itu.
Karena kepo berlebihan, gue stalking dia, dia lagi dikantin, dilapangan, dibangku, bahkan masuk wc (kagak lah!) gue liat dia asik banget ngobrol sama cewek, manis banget, dan mereka terlihat akrab.
Anjrit, kayak ada perasaan gak karuan didada gue, nyesek yang gak jelas padahal gue gak punya penyakit asma. Makin gue lihat mereka, makin sakit dada gue. Apaaa ini namanya cemburu? Gue gak suka melihat kedekatan mereka, gue pengen balik lagi kaya dulu.
Tapi
Bahkan gue gak bisa bilang kangen
Apalagi gue bilang, kalo gue sebenernya cemburu.
Hampir setiap hari gue liat mereka makin lama makin deket, dan itu membuat nyesek didada gue. Apa gue udah terlalu dalam kemakan gengsi?
Gue beraniin diri buat ngomong sama dia. Lagi ada jam kosong, gue duduk disebelahnya dia.
"eh lo, kenapa bem?"
"eh.. emm gapapa"
"kenapa? lo kesepian ya?"
Anjir
"enggak lah, haha apaan sih" kata gue penuh dengan kemunafikan.
Dia hanya tersenyum terus lanjut nulis nulis gak jelas dikertas.
Gue cuma mandang dia dari samping.
"menurut lo, bisa ga sih perasaan benci berubah jadi suka" tanya gue
"kok lo nanya gitu? kan lo sendiri yang bilang, kalo itu gak bakal mungkin terjadi"
"yaa itu menurut gue, kalo menurut lo gimana?"
"bisa aja terjadi, soalnya gue pernah ngalamin sendiri"
Gue sama dia diem dieman beberapa saat, dan saling bertatapan. Gue mengembangkan senyum dalam diam.
"kayaknya gue juga ngerasain itu"
Dia gak jawab
"gue suka sama lo"
Dia makin diem
"jawab dong, jangan diem aja"
Dia noleh ke gue, dan dia senyum manis didepan gue
"tapi gue udah ngehapus perasaan gue ke lo, maaf ya"
Kata dia penuh dengan kenyesekan! Dan dia pergi gitu aja keluar kelas.
Arghhh, mungkin ini karma buat gue, sumpah ini mimpi paling nyesek dah!
Mana sekarang dia gak bales text gue, gue musti gimana?!!
Gue gak mau mimpi ini terjadi gara gara diem dieman. Gue benci diem dieman. Arghhhh
Gue lagi dilanda kegalauan nih, tadi pagi sebenernya gue pengen curhat, tapi gak jadi
soalnya gue musti packing balik ke semarang.
Jadinya malem ini baru sempet buka lepi deh
Btw, semaleman gue gak bisa tidur, makanya gue abisin waktu didepan lepi sambil donlot anime hehe, lumayan lah pake kuota malem. Nah gue tidur itu pagi-pagi sekitar jam 5an, terus bangunnya jam 7an, gilaa gue tidur cuma 2 jam, pantes aja kantong mata gue makin item item kaya gini.
Mungkin gara gara kebanyakan nonton film gue jadi mimpi yang romantis, tapi sad ending..
Gue pengen banget cerita mimpi gue ini ke dia, tapi kayaknya dia lagi sakit, atauu gak bisa diganggu, gue aja ngetext dia gak dibales bales, oke it's okeeee gue gak papa kalo bahasa gaul jawanya sekarang sih 'aku rapopo' wkwkwk
Gue cerita yaa soal mimpi gue:
Gue sama dia dikelas itu berantem mulu kerjaannya, gak ada sehari aja kita baikan atau damai gitu. Gue sama dia lg berantem, dia mulai duluan grgr nyubit pipi gue, gue mau narik rambutnya eh dia udah kabur, yaudah gue kejar, dilorong sekolah gue sama dia kejar kejaran (sumpah beneran! mimpinya kayak film india gitu ya wkwk) Gue jatoh kesandung kaki gue sendiri (pura-pura)
"aduhh sumpah sakit bgt kaki gue, arghhh" teriak gue sambil megangin kaki gue
"aduuuhhhh" kata gue lagi.
Dia yang larinya udah ampe ujung sono nengok ke gue, akhirnya nyamperin gue dengan muka panik
"lo kenapa? jatoh ya?"
"kagak, gue beranak! ya gue jatoh lah!"
Dia bantuin gue bangun, dan gue pura pura sakit didepan dia, ish sumpah (beneran , asli) mukanya kalo lg panik lucu banget! Gue sama dia udah berdiri, gue jambak rambut dia terus gue dorong ampe jatoh, lari deh gue.
"hahaha, rasain lo!"
"sialan lo tembem!" kata dia sambil lari ngejar gue.
Pas lagi asik asiknya bercanda dikelas, tau tau dia ngerangkul gue, sempet dia senyum senyum lihatin muka gue, kampret!! Gue salting lah, mungkin muka gue sekarang udah kayak udang direbus, temen sekelas pada noleh kearah gue sama dia.
"apaan sih?!!"
kata gue
Tapi dia kaga mau lepas, akhirnya gue lepas paksa, gue tonjok perutnya (btw gue pernah loh nonjokin perut cowok, dulu waktu kecil hehe) Entah tonjokan gue saking kencengnya dia ampe batuk batuk, terus tau tau badannya jatoh ke gue.
"wah parah lo al"
"pingsan tuh anak orang"
Anak anak pada ngerumunin gue sama dia, dia pingsan? apa cuma pura pura? sumpah gue panik banget, dan gue baru inget! Dia kan cowok letoy, cowok lemah, cowok nyebelin! Jangan jangan dia pingsan, atauuu mati?!
Gue pegang pegang tuh mukanya, gue melek melekin matanya yang lagi merem, idungnya gue pencet pencet biar keabisan nafas (goblokkkk) tetep aja dia gak mau bangun, gue musti gimana ini?!!
Disaat gue lagi panik paniknya, gue malah kepikiran pengen gampar mukanya ampe dia sadar lagi (atau malah tambah parah) guru dateng, mau bawa dia ke UKS, ehhh ternyata dia bangun sambil senyum senyum.
"apaan nih ada apa ngumpul ngumpul?"
"lo pura pura ?!!!!" teriak gue didepan mukanya. Dia malah nyengir.
Arghhh sebel bgt, anak anak pada bubar, guru akhirnya negor dia, haha mampus
dan gue juga kena tegor, kampret.
Dilain hari
hubungan gue sama dia gak berubah, tetep saling ngeledek, debat dan berantem, sampai pada akhirnya, gue ngerasa sikapnya dia akhir akhir ini ke gue mulai berubah, doi mulai diem dieman sama gue, dan ini tanda tanya besar buat gue.
Sampai pada suatu hari
"bem, jalan yuk"
"jalan? ini gue lagi jalan" *emang keadaannya gue lagi dijalan menuju kelas, eh ketemu dia*
"bukan itu tembem, kita jalan kemana kek"
"mau ngapain?"
"yaa ada deh hehe"
Kata dia sambil lari ke kelas, dasar gaje nih anak, nyengir nyengir lagi, dasar ketek.
Akhirnya gue sama dia jalan jalan gak jelas sambil diem dieman, gue bingung banget, nih anak kenapa? lagi sariawan apa puasa? Tapi tadi dia nawarin nasi goreng, berati lagi sariawan ya.. Karna saking bingungnya, gue buka mulut (mangap dong) nanya ke dia
"lo kenapa sih? aneh banget"
"hah aneh gimana?"
"ya aneh, akhir akhir ini lo sering banget diemin gue, lo kenapa?"
"masa sih? perasaan lo aja kali"
Akhirnya giliran gue yang diem, ah.. iya mungkin perasaan gue aja.
"sebenernya gue sayang sama lo bem" kata dia, asal nyeplos aja.
"hah?"
"kok hah sih? gue suka sama lo, jadian yuk"
"tai banget lo, gak lucu bercanda lo"
"apanya yang bercanda sih? gue serius"
"kalo bercanda lagi gue tonjok nih perut lo"
"nih nih tonjok aja" kata dia sambil nonjolin perutnya
"biar nanti lo nonjok gue, terus gue pingsan, terus terus jatoh deh ke pelukan lo" kata dia sambil nyender nyender gitu ke gue.
"dih apaan sih lo?!" gue jauhin palanya dari bahu gue.
"gue serius al, lo mau gak jadi cewek gue"
"gak"
"yess! kita jadian!" kata dia sambil masang wajah; horeeeee. gitu
"gue bilang kagak"
"hah?"
hening beberapa saat
"gue gak salah denger?"
"iyalah, lo kan musuh gue, orang yang paling nyebelin disekolahan yg pernah gue kenal! Ever!!"
"lo serius!"
"serius lah!"
"tapi gue suka sama lo"
"mana ada perasaan benci bisa berubah jadi suka?! ga usah main main deh, udah ah gue mau pulang."
Gue pergi gitu aja ninggalin dia.
Besok besoknya, gue sama dia kembali diem dieman, dan sumpah ya hidup tuh rasanya damaaiiii banget tanpa ada kejahilan dia, rasanya aman damai dan tentram, gue merasa semerdeka dulu sekarang!
Tapi ternyata perasaan tenang gue itu gak bertahan lama, lama kelamaan gue merasa bosen, gue merasa kangen sama kejahilannya, dan gue kangen sama dia, dan gue terlalu gengsi untuk bilang itu.
Karena kepo berlebihan, gue stalking dia, dia lagi dikantin, dilapangan, dibangku, bahkan masuk wc (kagak lah!) gue liat dia asik banget ngobrol sama cewek, manis banget, dan mereka terlihat akrab.
Anjrit, kayak ada perasaan gak karuan didada gue, nyesek yang gak jelas padahal gue gak punya penyakit asma. Makin gue lihat mereka, makin sakit dada gue. Apaaa ini namanya cemburu? Gue gak suka melihat kedekatan mereka, gue pengen balik lagi kaya dulu.
Tapi
Bahkan gue gak bisa bilang kangen
Apalagi gue bilang, kalo gue sebenernya cemburu.
Hampir setiap hari gue liat mereka makin lama makin deket, dan itu membuat nyesek didada gue. Apa gue udah terlalu dalam kemakan gengsi?
Gue beraniin diri buat ngomong sama dia. Lagi ada jam kosong, gue duduk disebelahnya dia.
"eh lo, kenapa bem?"
"eh.. emm gapapa"
"kenapa? lo kesepian ya?"
Anjir
"enggak lah, haha apaan sih" kata gue penuh dengan kemunafikan.
Dia hanya tersenyum terus lanjut nulis nulis gak jelas dikertas.
Gue cuma mandang dia dari samping.
"menurut lo, bisa ga sih perasaan benci berubah jadi suka" tanya gue
"kok lo nanya gitu? kan lo sendiri yang bilang, kalo itu gak bakal mungkin terjadi"
"yaa itu menurut gue, kalo menurut lo gimana?"
"bisa aja terjadi, soalnya gue pernah ngalamin sendiri"
Gue sama dia diem dieman beberapa saat, dan saling bertatapan. Gue mengembangkan senyum dalam diam.
"kayaknya gue juga ngerasain itu"
Dia gak jawab
"gue suka sama lo"
Dia makin diem
"jawab dong, jangan diem aja"
Dia noleh ke gue, dan dia senyum manis didepan gue
"tapi gue udah ngehapus perasaan gue ke lo, maaf ya"
Kata dia penuh dengan kenyesekan! Dan dia pergi gitu aja keluar kelas.
Arghhh, mungkin ini karma buat gue, sumpah ini mimpi paling nyesek dah!
Mana sekarang dia gak bales text gue, gue musti gimana?!!
Gue gak mau mimpi ini terjadi gara gara diem dieman. Gue benci diem dieman. Arghhhh
Feb 1, 2014
Short Story: Sempak Gue
Gue lagi di cafe sama mas gue, gak sengaja gue liat liat seisi cafe itu ada cowok, tinggi, manis, alisnya tebel, wuaahhhh tipe gue banget, mukanya mirip banget sama Ricky Harun, manissss banget kaya gula, dia sama cowok cowok gitu, terus dia misah ke bangku sebelahnya sendirian, doi ngeluarin laptop, karna penasaran gue pura-pura ke kamar mandi aja, padahal gue pengen liat dia buka apaan di laptop, dan ternyata dia buka apa pemirsaahh, dia buka oploverz, ciaaa dia suka anime ternyata.
Oke gue duduk tenang didepan mas gue sambil sesekali ngelirik ke dia, serius banget mukanya kalo lagi didepan lepi, minta dicubit >,<
Jadi gue punya rencana gini, siklusnya seperti ini:
1. Ada cowok cakep
2. Pengen kenalan
3. Gak jadi deh, malu
4. oke, You only life once (kaya lagunya suicide silence aje)
5. Berdiri dari bangku
Mas gue "mau kemana pet?"
Gue "bertemu jodohku..." (Enggak lah ngaco)
6. Jalan kearah dia, tbtb dia liat gue terus nutup laptop
7. Ada cewek duduk disebelahnya
8. Gue berhenti
9. TAI
Akhirnya gue balik lagi ke kursi, mas gue geleng geleng doang.
"mau deketin cowok itu?"
"kagak kok, orang mau ke kamar mandi tp gak jadi"
"gak usah muna deh, kayak mas kikik dong, kamu liat ada cewek dibelakangmu"
Gue nengok
"iya kenapa"
"dari tadi ngeliatin mas kikik terus"
Gue liat mukanya mas kikik
"iyalah, muka banyak bopengnya gitu" kata gue santai
"argh! sembarangan kamu!"
Nahh scene mas gue yang kepedean ini lupain aja, pulang dari cafe gak jelas itu, ada orang pacaran didepan rumah gue, shitttt! Rasanya minta dilemparin pake batu tepat dikepala cowoknya! Ngapain sih pacaran didepan rumah gue (depan rumah gue ada lapangan, dan warung nasi kucing gitu, sebelahnya ada mushola, terus lampunya remang-remang, so... tempat yang pas buat kawin. ehhh)
Gue turun dari motor, orang-orang pacaran itu pada ngeliat kearah gue sama mas kikik,
"Pet, tadi km dikasih uang buat beli bensin kan sama Ayahmu"
"Iya"
"berapa?"
"20rb"
"sini mas kikik beliin bensin"
Gue ngeluarin duit dari saku gue terus ngasi ke dia, orang orang pacaran itu pada ngomong" sambil ngelirik ke gue sama mas kikik.
"pasti mas kikik dikira tukang ojek deh =,="
zzzzz hahaha, emang pas kok!
"enggaklah, mas kikik kan ganteng"
"halah bilang aja mau minta duit bensin ini kan"
"kampret tau aja :D"
Mas kikik akhirnya turun dari motor terus masuk kerumah, biar orang orang itu gak salah paham, abis itu keluar lagi deh entah kemana, hehe
------
Tadi siang gue abis dari manis rejo, tepatnya di rumah nenek gue dulu, duluuu banget udah lama gue tinggal sama nenek gue waktu gue kecil, gue punya banyak banget kenangan waktu gue dulu kecil,
waktu gue main bola disebelah masjid, waktu gue ngumpet dibawah mobil orang (untung kagak kelindes gue) waktu gue manjat pager terus celana dalem gue nyangkut, waktu gue main dimasjid terus ilang..
ilang?
Iya gue beneran ilang, dan gue ditakut takutin katanya gue diculik sama setan, kampret. Gue jadi takut, tapi tetep aja gak jera, gue main main dan main ampe keling gini sekarang :D
Nih gue copy paste dari postingan gue sebelumnya di blog gue yang diblokir dulu :D
Selamat membacaa ^^
Oke gue duduk tenang didepan mas gue sambil sesekali ngelirik ke dia, serius banget mukanya kalo lagi didepan lepi, minta dicubit >,<
Jadi gue punya rencana gini, siklusnya seperti ini:
1. Ada cowok cakep
2. Pengen kenalan
3. Gak jadi deh, malu
4. oke, You only life once (kaya lagunya suicide silence aje)
5. Berdiri dari bangku
Mas gue "mau kemana pet?"
Gue "bertemu jodohku..." (Enggak lah ngaco)
6. Jalan kearah dia, tbtb dia liat gue terus nutup laptop
7. Ada cewek duduk disebelahnya
8. Gue berhenti
9. TAI
Akhirnya gue balik lagi ke kursi, mas gue geleng geleng doang.
"mau deketin cowok itu?"
"kagak kok, orang mau ke kamar mandi tp gak jadi"
"gak usah muna deh, kayak mas kikik dong, kamu liat ada cewek dibelakangmu"
Gue nengok
"iya kenapa"
"dari tadi ngeliatin mas kikik terus"
Gue liat mukanya mas kikik
"iyalah, muka banyak bopengnya gitu" kata gue santai
"argh! sembarangan kamu!"
Nahh scene mas gue yang kepedean ini lupain aja, pulang dari cafe gak jelas itu, ada orang pacaran didepan rumah gue, shitttt! Rasanya minta dilemparin pake batu tepat dikepala cowoknya! Ngapain sih pacaran didepan rumah gue (depan rumah gue ada lapangan, dan warung nasi kucing gitu, sebelahnya ada mushola, terus lampunya remang-remang, so... tempat yang pas buat kawin. ehhh)
Gue turun dari motor, orang-orang pacaran itu pada ngeliat kearah gue sama mas kikik,
"Pet, tadi km dikasih uang buat beli bensin kan sama Ayahmu"
"Iya"
"berapa?"
"20rb"
"sini mas kikik beliin bensin"
Gue ngeluarin duit dari saku gue terus ngasi ke dia, orang orang pacaran itu pada ngomong" sambil ngelirik ke gue sama mas kikik.
"pasti mas kikik dikira tukang ojek deh =,="
zzzzz hahaha, emang pas kok!
"enggaklah, mas kikik kan ganteng"
"halah bilang aja mau minta duit bensin ini kan"
"kampret tau aja :D"
Mas kikik akhirnya turun dari motor terus masuk kerumah, biar orang orang itu gak salah paham, abis itu keluar lagi deh entah kemana, hehe
------
Tadi siang gue abis dari manis rejo, tepatnya di rumah nenek gue dulu, duluuu banget udah lama gue tinggal sama nenek gue waktu gue kecil, gue punya banyak banget kenangan waktu gue dulu kecil,
waktu gue main bola disebelah masjid, waktu gue ngumpet dibawah mobil orang (untung kagak kelindes gue) waktu gue manjat pager terus celana dalem gue nyangkut, waktu gue main dimasjid terus ilang..
ilang?
Iya gue beneran ilang, dan gue ditakut takutin katanya gue diculik sama setan, kampret. Gue jadi takut, tapi tetep aja gak jera, gue main main dan main ampe keling gini sekarang :D
Nih gue copy paste dari postingan gue sebelumnya di blog gue yang diblokir dulu :D
Selamat membacaa ^^
04/09/11
Masa kecil
Tadi pagi gue dapet berita duka dari Bumay (tante gue guru BP di SMAN 1 CILEUNSI, makannya gue panggil bu maya kalo singkatnya bumay), bahwa kakek gue yang kemaren gue posting di blog yang kata beliau dirawat di RS MELIA, tadi pagi jam 6an gue di telpon bumay. Bahwa kakek gue, Pak Hariyanto meninggal dunia.
Kakek gue yang satu satunya itu meninggal, setelah kepergian ua nya Iyan (mantan gue) kemarin. Yawloh gue sedih banget gag tau mau ngetik apa lagi di postingan ini. gue kembali menginget masa masa kecil gue yang di Madiun. Boleh kan gue cerita :)
Waktu itu gue masih unyu unyu anget anget baru keluar dari panggangan (loh), kagak deng gue bercanda. inilah kisah mula tumbuhnya aliaa (jreng jreng jreng). Waktu itu umur gue masih 5 tahunan, kayaknya masih tinggal di madiun gue pada waktu itu. Gue di jaga sama nenek kakek gue, bokap nyokap gue lagi di jakarta pada kerja, gue di titip di madiun.
siang siang bolong nih jam 13.00 lah, nenek gue lagi tidur siang, gue bangun dari tidur siang gue. liat nenek gue tidur dengan pulesnya, gue tersenyum sinis (haha kaya penjahat ajadeh). nah saat itu gue berniat pengen maen keluar tapi tuh pager di gembok atas bawah. Alhasil gue yang sedang make kancut ama kutang doang itu mikir.
Gimana caranya buat keluar dari rumah ini
1. Manjat pager : tapi gue kan pake kancut doang tar kalo nyangkut gimana ?
2. loncat loncat pake ketapel untuk terbangin gue keluar rumah (gak mungkin banget , pikiran anak teka dasar !)
3. eh ada kolor terbang (gak mungkin lah)
4. eh kolor nya nyangkut diatas pager (eh makin ngaco gue )
Fokus fokus man !
gue akhirnya lebih memilih usul yang pertama dari otak miring gue yaitu: manjat pager. pas manjat pager, bener deh kancut gue nyangkut diatas kawatnya. gue keatasin nih kancut, kaga bisa kelepas kawatnya. diatas pager gue mulai mikir lagi.
1. robekin nih kancut
2. lepas kancut gue
3. teriak minta tolong
4. teriak minta duit (loh)
5. eh ada kancut nyangkut (beneran kancut gua ini yg nyangkut)
gue mikir cara kedua, kalo misalkan cara kedua gue coba, gue gak bakalan pake kancut, alhasil gue gag bisa maen ama temen temen gue karena bolongan gue keliatan. tapi sekarang pun beneran keliatan, serius deh. mau liat ? gag boleh. enak aja lo.
ya udah akhirnya gue milih bolongin kancut gue biar kawatnya kelepas, and excellent ! gue keluar dari rumah dengan selamat ! gue lari larian kearah lapangan bola, pas banget disana ada anak cewe maen masak masakan ada juga anak cowo pada nendangin bola (belom tau namanya sepak bola, gue kalo bilang dulu sempak bola) . gue lebih milih nyamperin anak cowo (dasar genit).
salah sau anak cowo, kalo gag salah namanya liwung nyamperin gue. gue mulai mikir nih orang mau nanya apa ke gue. " eh alia mau main bola ?" atau " eh alia kok kancut lo bolong ?" atau mungkin " eh alia tadi gue liat kancut lepas" mungkin aja " eh alia muka lo kaya kancut gue sih?
wek ternyata yang dia omongin ke gue "eh kamu tadi ta liat diatas pager, ngapain?"
gue garuk garuk pala "kamu liat? sempakku nyangkut dipager" kataku polos " haha iya, aku liat tadi neng arep omahku"
dan akhirnya tertawalah dia,gue jitakin palanya lalu ikutan maen bola.
udah dah itu tuh sekian masa masa gak jelas gue. semoga postingan ini gak bermanfaat buat kalian yah. amin. oiaa doain semoga kakek gue tenang dialamnya sana, gue mau ke acara pemakamannya. sekian :)
Kakek gue yang satu satunya itu meninggal, setelah kepergian ua nya Iyan (mantan gue) kemarin. Yawloh gue sedih banget gag tau mau ngetik apa lagi di postingan ini. gue kembali menginget masa masa kecil gue yang di Madiun. Boleh kan gue cerita :)
Waktu itu gue masih unyu unyu anget anget baru keluar dari panggangan (loh), kagak deng gue bercanda. inilah kisah mula tumbuhnya aliaa (jreng jreng jreng). Waktu itu umur gue masih 5 tahunan, kayaknya masih tinggal di madiun gue pada waktu itu. Gue di jaga sama nenek kakek gue, bokap nyokap gue lagi di jakarta pada kerja, gue di titip di madiun.
siang siang bolong nih jam 13.00 lah, nenek gue lagi tidur siang, gue bangun dari tidur siang gue. liat nenek gue tidur dengan pulesnya, gue tersenyum sinis (haha kaya penjahat ajadeh). nah saat itu gue berniat pengen maen keluar tapi tuh pager di gembok atas bawah. Alhasil gue yang sedang make kancut ama kutang doang itu mikir.
Gimana caranya buat keluar dari rumah ini
1. Manjat pager : tapi gue kan pake kancut doang tar kalo nyangkut gimana ?
2. loncat loncat pake ketapel untuk terbangin gue keluar rumah (gak mungkin banget , pikiran anak teka dasar !)
3. eh ada kolor terbang (gak mungkin lah)
4. eh kolor nya nyangkut diatas pager (eh makin ngaco gue )
Fokus fokus man !
gue akhirnya lebih memilih usul yang pertama dari otak miring gue yaitu: manjat pager. pas manjat pager, bener deh kancut gue nyangkut diatas kawatnya. gue keatasin nih kancut, kaga bisa kelepas kawatnya. diatas pager gue mulai mikir lagi.
1. robekin nih kancut
2. lepas kancut gue
3. teriak minta tolong
4. teriak minta duit (loh)
5. eh ada kancut nyangkut (beneran kancut gua ini yg nyangkut)
gue mikir cara kedua, kalo misalkan cara kedua gue coba, gue gak bakalan pake kancut, alhasil gue gag bisa maen ama temen temen gue karena bolongan gue keliatan. tapi sekarang pun beneran keliatan, serius deh. mau liat ? gag boleh. enak aja lo.
ya udah akhirnya gue milih bolongin kancut gue biar kawatnya kelepas, and excellent ! gue keluar dari rumah dengan selamat ! gue lari larian kearah lapangan bola, pas banget disana ada anak cewe maen masak masakan ada juga anak cowo pada nendangin bola (belom tau namanya sepak bola, gue kalo bilang dulu sempak bola) . gue lebih milih nyamperin anak cowo (dasar genit).
salah sau anak cowo, kalo gag salah namanya liwung nyamperin gue. gue mulai mikir nih orang mau nanya apa ke gue. " eh alia mau main bola ?" atau " eh alia kok kancut lo bolong ?" atau mungkin " eh alia tadi gue liat kancut lepas" mungkin aja " eh alia muka lo kaya kancut gue sih?
wek ternyata yang dia omongin ke gue "eh kamu tadi ta liat diatas pager, ngapain?"
gue garuk garuk pala "kamu liat? sempakku nyangkut dipager" kataku polos " haha iya, aku liat tadi neng arep omahku"
dan akhirnya tertawalah dia,gue jitakin palanya lalu ikutan maen bola.
udah dah itu tuh sekian masa masa gak jelas gue. semoga postingan ini gak bermanfaat buat kalian yah. amin. oiaa doain semoga kakek gue tenang dialamnya sana, gue mau ke acara pemakamannya. sekian :)
Subscribe to:
Posts (Atom)








